Infrastruktur pelabuhan Priok tak siap antisipasi arus barang

Senin, 08 Juli 2013 - 19:26 WIB
Infrastruktur pelabuhan...
Infrastruktur pelabuhan Priok tak siap antisipasi arus barang
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan, peningkatan arus barang baik domestik maupun luar negeri yang mencapai di atas 20 persen, tidak ditunjang dengan infrastruktur yang memadai di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Dwelling time terjadi karena beberapa faktor, salah satu yang paling dominan adalah ketidaksiapan Pelabuhan Tanjung Priok dalam mengantisipasi arus barang. Sudah tahu, dalam tiga tahun terakhir, arus barang meningkat tetapi infrastruktur di Priok jalan di tempat," kata Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Iskandar Zulkarnain dalam rilisnya, Senin (8/7/2013).

Menurutnya, apa yang diminta Presiden dan Menteri Kordinator Perekonomian agar Dwelling Time bisa ditekan menjadi tiga hari, tidak serius dijalankan oleh PT Pelindo II, Otoritas Pelabuhan atau pejabat lainnya terkait pelabuhan.

"Sekarang, yang rugi adalah pelaku usaha, baik pemilik barang, pelayaran, pelaku logistik dan transportasi darat. Sedangkan yang untung otomatis Pelindo II karena peti kemas semakin lama di pelabuhan, tarifnya progresif dan semakin mahal dan memberikan kontribusi keuntungan bersih, tanpa ada investasi," jelas dia.

Iskandar mengatakan, pelaku logistik pesimistis akan ada solusi cerdas atas masalah ini. Kecuali pihak-pihak terkait bisa belajar fokus kepada job bisnis dan tugasnya. Bea cukai fokus kepada sektornya dengan memaksimalkan proses pemeriksaan barang pada jalur merah lebih cepat.

"Sedangkan Pelindo II fokus pada tugasnya dalam mengawal kelancaran arus barang, jangan mencari untung terus, apalagi ekspansi ke sektor yang tidak perlu karena bisa diusahakan swasta. Sedangkan di depan matanya sendiri tidak beres. Perbanyak swasta nasional membantu mengembangkan pelabuhan, jangan di makan sendiri," katanya.

Sementara, kata dia, Otoritas Pelabuhan harus tegas dalam menjalankan tugas sebagai wakil pemerintah di pelabuhan. Karantina juga agar diberdayakan negara, beri kesempatan untuk mereformulasi perannya agar mampu menjawab tuntutan zaman.

"Berdayakan back up area, jangan takut kepada Operator Pelabuhan. Jika semua sudah berjalan seimbang, saya yakin masalah dwelling time akan selesai. Tapi perlu diingat bahwa situasi pelabuhan lainnya juga sama," ujarnya.

Dia mencontohkan, antrean kapal di Pelabuhan Panjang, Lampung, sangat tinggi bahkan mencapai 20 kapal, begitu juga di Pelabuhan Teluk Bayur, Jambi, Palembang, Surabaya, Medan, dan Makassar. Semua pelabuhan utama ini, masih bermasalah dan yang paling besar masalahnya ada di Pelabuhan Priok.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
37 menit yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
56 menit yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
10 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
11 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved