Gita Wirjawan bahas kemajuan perundingan WTO di Jenewa

Selasa, 09 Juli 2013 - 11:19 WIB
Gita Wirjawan bahas...
Gita Wirjawan bahas kemajuan perundingan WTO di Jenewa
A A A
Sindonews.com - Di sela-sela mengikuti pertemuan Aid for Trade di Jenewa sebagai pembicara dan panelis, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pertemuan dengan perwakilan sejumlah negara dan kelompok negara guna mempelajari sejauh mana proses perundingan telah mencapai kemajuan menuju KTM WTO ke-9 yang akan diadakan di Bali pada Desember mendatang.

Negara dan kelompok negara yang bertemu dengan Mendag RI adalah Jepang, China, Jamaika, Nepal dan Pakistan. Mendag juga bertemu dengan kelompok G33 guna membahas isu perundingan di bidang pertanian.

Indonesia mengambil prakarsa untuk menjadi Tuan Rumah KTM WTO ke-9 di Bali berdasarkan pertimbangan tertentu. Mendag menjelaskan bahwa perundingan Putaran Doha yang khusus memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan negara kurang berkembang (Least Developed Countries/LDCs) yang dimulai tahun 2001 hingga kini masih mengalami kebuntuan.

“Kondisi ini jelas tidak menguntungkan Indonesia yang menjadi ketua kelompok G33 dan anggota kelompok G20 yang dimotori Brasil untuk memperjuangkan kepentingan di sektor pertanian dan masalah pembangunan. Diharapkan KTM di Bali nanti dapat menjadi batu loncatan untuk selanjutnya membuka jalan bagi penyelesaian Perundingan Putaran Doha,” ujar Gita dalam siaran persnya, Selasa (9/7/2013).

Saat ini, anggota WTO merundingkan sebuah paket kesepakatan Bali yang terdiri dari trade facilitation, beberapa elemen dari perundingan di bidang pertanian, dan isu-isu pembangunan termasuk kepentingan LDCs. Beberapa negara juga secara paralel merundingkan perluasan Perjanjian Teknologi Informasi (Information Technology Agreement/ITA) dan perundingan plurilateral di bidang jasa.

Namun Indonesia mengingatkan para anggota WTO bahwa target utama di Bali adalah sebuah paket kesepakatan yang terdiri dari isu trade facilitation, elemen dari pertanian dan masalah pembangunan yang meskipun kecil namun mencerminkan keseimbangan kepentingan antara negara maju, negara berkembang dan LDCs.

“Paket Bali harus kredibel, mampu mengembalikan kepercayaan terhadap sistem perdagangan multilateral di bawah naungan WTO, sehingga tumbuh kemauan politik yang kuat untuk menyelesaikan Perundingan Doha setelah KTM di Bali,” imbuh Gita Wirjawan.

Menurut Mendag, perundingan di Jenewa belum menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama terkait dengan usulan G33 mengenai public stockholding for food security, yang mendorong munculnya taktik “tarik-ulur” di antara beberapa anggota WTO pada isu runding lainnya khususnya trade facilitation.

“Dalam pertemuan dengan negara dan kelompok negara kunci hari ini, Indonesia menekankan kembali bahwa pembahasan pada tiga isu runding harus maju secara horizontal dan seimbang. Artinya, keterlambatan pada satu isu runding jangan menghambat kemajuan isu runding lainnya. Menjelang KTM di Bali, kita akan mengkaji sampai di mana keseimbangan dapat diwujudkan,” ujar Gita.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Perseteruan Indonesia...
Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru
Diam-diam China dan...
Diam-diam China dan Australia Tarung di WTO, Geger Soal Tarif Impor Wine
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
2 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
3 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
3 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved