Distribusi BBM Karimunjaya perlu perlakuan khusus

Selasa, 09 Juli 2013 - 11:47 WIB
Distribusi BBM Karimunjaya...
Distribusi BBM Karimunjaya perlu perlakuan khusus
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua DPRD Jepara, Aris Isnandar mengatakan, penataan pola distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Karimunjawa dari hulu ke hilir memang harus ditata ulang. Meski begitu, pihaknya berharap ada perlakuan khusus untuk Karimunjawa.

Sebab fakta di lapangan menunjukkan jika sarana prasarana terkait distribusi BBM ke Karimunjawa memang belum memadai. “Jangan saklek menetapkan aturan. Memang selama ini alat angkut BBM tidak sesuai standar karena adanya memang itu. Kalau main tangkap dan sita, bisa menghambat aktivitas warga Karimunjawa,” ujarnya di Jepara, Selasa (9/7/2013).

Kalangan DPRD, kata Aris, menyayangkan kurangnya komunikasi yang dijalin pihak Pemkab Jepara. Menurutnya jika sejak awal pemkab pro aktif dengan berbagai pihak terkait, maka persoalan terhambatnya pasokan BBM Karimunjawa tidak terjadi.

“Pemkab mestinya juga berkomunikasi dengan Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat. Kalau memang pemkab punya anggaran untuk mengatasi persoalan ini tidak masalah, kalau tidak maka mestinya bisa meminta bantuan provinsi atau pusat,” tandasnya.

Sebelumnya, Proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) “jatah” Kepulauan Karimunjawa turut wilayah Kabupaten Jepara hingga kini masih berjalan semrawut. Perlu penataan ulang mulai dari hulu hingga hilir, agar sekitar 10 ribu warga kepulauan yang ada di Laut Jawa tersebut dapat menikmati BBM layaknya warga lain yang tinggal di daratan Jepara.

Wakil Bupati Jepara, Subroto mengatakan, saat ini sistem distribusi BBM ke Karimunjawa memang masih belum tertib. Padahal tiap bulan, jatah BBM Karimunjawa mencapai 150 ribu liter.

Menurut Subroto, ada sejumlah persoalan terkait distribusi tersebut, mulai dari armada pengangkut, harga eceran tertinggi (HET), pihak penyalur BBM, rekomendasi dinas terkait dan lain sebagainya.

Untuk armada pengangkut misalnya, hingga kini belum ada kapal sesuai standar yang diperuntukkan khusus untuk mengangkut BBM tersebut. Akibatnya hingga saat ini, BBM masih diangkut dengan kapal-kapal milik nelayan. Selain itu, urusan harga juga menjadi persoalan tersendiri.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Catatan Sri Mulyani:...
Catatan Sri Mulyani: Uang Subsidi Ratusan Triliun Disedot Menengah Atas
Tantangan Distribusi...
Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi di Tahun Baru 2025
Menjaga Kuota BBM Subsidi...
Menjaga Kuota BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina optimalkan Teknologi
Polisi Kawal Truk Pengangkut...
Polisi Kawal Truk Pengangkut BBM di Kabupaten Solok, Ada Apa?
Penugasan BBM dan LPG...
Penugasan BBM dan LPG Dilaksanakan Subholding Commercial & Trading, Pertamina Pastikan Distribusi Efektif dan Efisien
Kawal Distribusi BBM...
Kawal Distribusi BBM Subsidi, Pertamina Jamin Stok Aman hingga Akhir 2022
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved