PDB China Q2 diperkirakan melambat 7,5%

Selasa, 09 Juli 2013 - 12:36 WIB
PDB China Q2 diperkirakan...
PDB China Q2 diperkirakan melambat 7,5%
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan meluncur lebih jauh dari level terendah dalam 13 tahun, akibat pengetatan kredit dan kelebihan kapasitas membebani ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Menurut perkiraan analis, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) China diperkirakan sebesar 7,5 persen pada kuartal kedua (Q2) 2013, dari 7,7 persen pada periode Januari-Maret lalu.

Perlambatan ekonomi dapat mendorong pemerintah melakukan reformasi lebih lanjut, setelah ekonomi China tahun lalu diperluas di laju paling lambat sejak krisis keuangan Asia pada 1997.

"Kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB Q2 di angka 7,5 persen, lebih rendah dari 7,7 persen pada Q1," kata Ekonom Barclays China, Chang Jian, seperti dilansir China Daily, Selasa (9/7/2013)

Chang mengatakan, PMI manufaktur mengalami perlambatan lebih lanjut dalam kegiatan industri. Dia memperkirakan pertumbuhan produksi industri tahun ini turun menjadi 9 persen pada Juni.

Pembacaan PMI HSBC menunjukkan manufaktur menyumbang 40 persen dari PDB China, yang dikontrak pada Mei dan Juni.

Lu Zhengwei, kepala ekonom pada Bank Industri, memperkirakan pinjaman baru pada Juni berada di sekitar 800 miliar yuan (USD129,45 miliar). Sementara China International Capital Corporation Ltd dalam sebuah laporan menyebutkan, bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi untuk kuartal kedua akan menjadi 7,5 persen karena investasi lemah, ekspor dan permintaan secara keseluruhan.

Li Huiyong, kepala ekonom Shenyin Wanguo Securities, memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi 7,6 persen pada kuartal kedua karena pertumbuhan lebih lambat di sektor industri dan ekspor.

Data pertumbuhan PDB pada kuartal kedua jatuh tempo pada 15 Juli. Di mana China menargetkan pertumbuhan ekonomi 7,5 persen dan inflasi 3,5 persen pada tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi turun ke level terendah dalam 13 tahun dari 7,8 persen pada 2012. Data pemerintah didinginkan pada laju inflasi menjadi 2,6 persen year-on-year pada 2012, dari 5,4 persen pada 2011.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
28 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
43 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved