Harga emas di dunia naik didorong inflasi China
Selasa, 09 Juli 2013 - 14:57 WIB
Harga emas di dunia naik didorong inflasi China
A
A
A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan berjangka dunia lebih tinggi dalam sepekan, setelah data inflasi China dilaporkan dipercepat melebihi perkiraan. Hal tersebut mendorong permintaan logam mulia sebagai pelindung nilai meningkat.
Pengiriman emas naik sebanyak 1,9 persen, atas dasar intraday sejak 1 Juli, menjadi USD1,260.70 per ounce dan diperdagangkan USD1,257.17 pada pukul 15.14 di Singapura. Kemarin, harga sempat naik 1,1 persen setelah indeks dolar turun dari level tertinggi dalam tiga tahun.
Seperti diketahui, Biro Statistik Nasional China (NBS) melaporkan indeks harga konsumen (CPI) naik 2,7 persen dari tahun sebelumnya. Lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi para ekonom sebesar 2,5 persen.
Bullion turun 23 persen pada kuartal terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai penyimpan nilai, dan Ketua Federal Reserve Ben S Bernanke mengatakan, Fed mungkin memperlambat pembelian aset tahun ini jika ekonomi terus membaik.
"Bagian dari gerakan di bawah emas adalah berpikir 'mungkin kita tidak akan pernah perlu khawatir lagi tentang inflasi'," kata Steven Dooley, kepala penelitian Forex Capital Trading Pty, Melbourne, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (9/7/2013).
"Kami melihat ledakan besar pembeli setelah data Cina hari ini," tambahnya.
Aset di SPDR Gold Trust, produk yang diperdagangkan di bursa logam terbesar dunia telah merosot 30 persen tahun ini menjadi 946,96 ton, kemarin. Hal ini akibat ekuitas global menguat dan pencetakan uang yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh bank-bank sentral di seluruh dunia gagal memacu inflasi.
Jumlah kepemilikan di ETPs pendukung emas turun di bawah 2.000 ton kemarin, untuk pertama kalinya sejak Mei 2010, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg.
Pengiriman emas untuk Agustus, naik 1,7 persen menjadi USD1,255.50 per ounce di Comex, New York, memperpanjang muka 1,8 persen kemarin. Kas bullion 99,99 persen logam murni naik 2 persen menjadi 256,20 yuan per gram (USD1,299.83 per ounce) dalam perdagangan di Shanghai Gold Exchange.
Pengiriman perak naik 1,4 persen menjadi USD19,3823 per ounce. Kemudian spot platinum naik 1 persen menjadi USD1,372.50 per ounce. Palladium naik sebanyak 1,2 persen menjadi USD704,80 per ounce, tertinggi sejak 19 Juni.
Pengiriman emas naik sebanyak 1,9 persen, atas dasar intraday sejak 1 Juli, menjadi USD1,260.70 per ounce dan diperdagangkan USD1,257.17 pada pukul 15.14 di Singapura. Kemarin, harga sempat naik 1,1 persen setelah indeks dolar turun dari level tertinggi dalam tiga tahun.
Seperti diketahui, Biro Statistik Nasional China (NBS) melaporkan indeks harga konsumen (CPI) naik 2,7 persen dari tahun sebelumnya. Lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi para ekonom sebesar 2,5 persen.
Bullion turun 23 persen pada kuartal terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai penyimpan nilai, dan Ketua Federal Reserve Ben S Bernanke mengatakan, Fed mungkin memperlambat pembelian aset tahun ini jika ekonomi terus membaik.
"Bagian dari gerakan di bawah emas adalah berpikir 'mungkin kita tidak akan pernah perlu khawatir lagi tentang inflasi'," kata Steven Dooley, kepala penelitian Forex Capital Trading Pty, Melbourne, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (9/7/2013).
"Kami melihat ledakan besar pembeli setelah data Cina hari ini," tambahnya.
Aset di SPDR Gold Trust, produk yang diperdagangkan di bursa logam terbesar dunia telah merosot 30 persen tahun ini menjadi 946,96 ton, kemarin. Hal ini akibat ekuitas global menguat dan pencetakan uang yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh bank-bank sentral di seluruh dunia gagal memacu inflasi.
Jumlah kepemilikan di ETPs pendukung emas turun di bawah 2.000 ton kemarin, untuk pertama kalinya sejak Mei 2010, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg.
Pengiriman emas untuk Agustus, naik 1,7 persen menjadi USD1,255.50 per ounce di Comex, New York, memperpanjang muka 1,8 persen kemarin. Kas bullion 99,99 persen logam murni naik 2 persen menjadi 256,20 yuan per gram (USD1,299.83 per ounce) dalam perdagangan di Shanghai Gold Exchange.
Pengiriman perak naik 1,4 persen menjadi USD19,3823 per ounce. Kemudian spot platinum naik 1 persen menjadi USD1,372.50 per ounce. Palladium naik sebanyak 1,2 persen menjadi USD704,80 per ounce, tertinggi sejak 19 Juni.
(dmd)
Lihat Juga :