Ini kesepakatan Pelindo II-ahli waris makam Mbah Priok
Selasa, 09 Juli 2013 - 15:27 WIB
Ini kesepakatan Pelindo II-ahli waris makam Mbah Priok
A
A
A
Sindonews.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II telah menandatangani kesepakatan bersama dengan ahli waris makam Mbah Priok terkait pengembangan proyek Pelabuhan Tanjung Priok di area bekas tampat pemakaman umum (TPU) Dobo.
Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino mengatakan bahwa beberapa hal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak demi kontinuitas pengelolaan makam dan kegiatan kepelabuhanan, antara lain bahwa keberadaan makam Mbah Priok tetap dipertahankan dengan konsep klaster yang dibatasi dengan tembok setinggi lebih dari tiga meter.
Selain itu, akan dibangun pula akses khusus jalan ke area makam yang sekaligus dapat dipakai sebagai area parkir dengan daya tampung hingga 80 bus peziarah.
"Pembangunan akses khusus ini tentunya terintegrasi dengan pembangunan jalan bebas hambatan akses Tanjung Priok. Di sisi lain, untuk wilayah eks-TPU Dobo yang berada di luar wilayah makam akan dibangun dan digunakan oleh perseroan sebagai pintu masuk pelabuhan kontainer JICT dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja serta pembangunan ramp on dan ramp off Koja," kata Lino dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Selain itu, kata dia, para ahli waris makam Mbah Priok memberikan jaminan terhadap kelancaran proses pembangunan dan penataan pelabuhan yang dilakukan oleh PT Jakarta International Container Terminal (JICT) maupun pembangunan jalan bebas hambatan Akses Tanjung Priok oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
"Di samping itu, kuasa hukum dan ahli waris makam Mbah Priok menjamin tidak akan ada pihak lain yang mengklaim sebagai ahli waris makam Mbah Priok," tandasnya.
Seperti diketahui, kesepakatan antara Pelindo II dan ahli waris makam Mbah Priok berpedoman pada International Ship and Port Facility Security (ISPS Code), yakni bahwa pelabuhan harus steril agar proses bongkar muat dan kegiatan kepelabuhanan lain tidak terganggu.
Perseroan pun terus mengedepankan sikap profesionalisme dalam menyelesaikan hambatan-hambatan bisnis yang ada dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat umum.
Dalam hal ini, Pelindo II juga mengharapkan pembangunan jalan bebas hambatan akses Tanjung Priok dapat segera terealisasi untuk semakin mendukung aktivitas pelabuhan.
Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino mengatakan bahwa beberapa hal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak demi kontinuitas pengelolaan makam dan kegiatan kepelabuhanan, antara lain bahwa keberadaan makam Mbah Priok tetap dipertahankan dengan konsep klaster yang dibatasi dengan tembok setinggi lebih dari tiga meter.
Selain itu, akan dibangun pula akses khusus jalan ke area makam yang sekaligus dapat dipakai sebagai area parkir dengan daya tampung hingga 80 bus peziarah.
"Pembangunan akses khusus ini tentunya terintegrasi dengan pembangunan jalan bebas hambatan akses Tanjung Priok. Di sisi lain, untuk wilayah eks-TPU Dobo yang berada di luar wilayah makam akan dibangun dan digunakan oleh perseroan sebagai pintu masuk pelabuhan kontainer JICT dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja serta pembangunan ramp on dan ramp off Koja," kata Lino dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Selain itu, kata dia, para ahli waris makam Mbah Priok memberikan jaminan terhadap kelancaran proses pembangunan dan penataan pelabuhan yang dilakukan oleh PT Jakarta International Container Terminal (JICT) maupun pembangunan jalan bebas hambatan Akses Tanjung Priok oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
"Di samping itu, kuasa hukum dan ahli waris makam Mbah Priok menjamin tidak akan ada pihak lain yang mengklaim sebagai ahli waris makam Mbah Priok," tandasnya.
Seperti diketahui, kesepakatan antara Pelindo II dan ahli waris makam Mbah Priok berpedoman pada International Ship and Port Facility Security (ISPS Code), yakni bahwa pelabuhan harus steril agar proses bongkar muat dan kegiatan kepelabuhanan lain tidak terganggu.
Perseroan pun terus mengedepankan sikap profesionalisme dalam menyelesaikan hambatan-hambatan bisnis yang ada dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat umum.
Dalam hal ini, Pelindo II juga mengharapkan pembangunan jalan bebas hambatan akses Tanjung Priok dapat segera terealisasi untuk semakin mendukung aktivitas pelabuhan.
(rna)
Lihat Juga :