Pertumbuhan ekonomi China mengkhawatirkan

Rabu, 10 Juli 2013 - 12:54 WIB
Pertumbuhan ekonomi...
Pertumbuhan ekonomi China mengkhawatirkan
A A A
Sindonews.com - Surplus perdagangan China yang mengalami penurunan 14 persen pada Juni 2013, menjadi peringatan bagi kesehatan ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu. Kondisi tersebut mengkhawatirkan karena manufaktur dan aktivitas ekonomi lainnya juga memburuk.

Ekonom dari Bank ANZ memperingatkan China tidak akan mencapai target pertumbuhan 8 persen pada perdagangan tahun ini - setelah gagal memberikan keuntungan 10 persen yang ditargetkan 2012 - jika pelemahan terus berlanjut.

"Hal tersebut tidak hanya akan membawa risiko pada penurunan pertumbuhan PDB tahun ini, tetapi juga menempatkan tekanan berat pada tenaga kerja," kata Liu Ligang dan Zhou Hao, ekonom Bank ANZ dalam catatan penelitiannya, seperti dilansir dari AFP, Rabu (10/7/2013).

Kantor Bea Cukai China melaporkan, ekspor turun 3,1 persen menjadi USD174,32 miliar dan impor merosot 0,7 persen menjadi USD147,19 miliar, meninggalkan surplus perdagangan sebesar USD27,13 miliar.

Sementara rata-rata harapan 20 ekonom yang disurvei Dow Jones Newswires memperkirakan kenaikan 3,3 persen dalam ekspor dan impor naik 5,5 persen.

"Saat ini perdagangan luar negeri China sedang menghadapi tantangan serius," kata juru bicara Bea Cukai China, Zheng Yuesheng, menanggapi situasi tersebut.

Menurut Zheng, permintaan luar negeri yang lesu sebagai penyebab utama, diikuti kenaikan harga ekspor dalam mata uang asing, biaya tenaga kerja, dan lingkungan perdagangan memburuk karena meningkatnya sengketa perdagangan (dengan Uni Eropa).

Seperti diketahui, ekonomi China tumbuh 7,8 persen pada 2012, sebagai kinerja terburuk dalam 13 tahun, di belakang permintaan slack untuk ekspor dan pelemahan di pasar domestik. Tiga bulan pertama tahun ini ekspansi hanya 7,7 persen. Di mana pemerintah China telah menetapkan target pertumbuhan 2013 sebesar 7,5 persen, sama seperti tahun lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
17 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
54 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved