BI Rate terlalu tinggi, IHSG cenderung bearish

Kamis, 11 Juli 2013 - 14:59 WIB
BI Rate terlalu tinggi,...
BI Rate terlalu tinggi, IHSG cenderung bearish
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menilai, kenaikan suku bunga (BI Rate) yang terlalu besar dalam satu kali kebijakan, telah membuat market untuk sementara waktu menjadi bearish bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Hal ini, menurut Edwin, lantaran kenaikan BI Rate tersebut terlalu besar bila dibanding ekspektasi investor yang hanya 25 basis point (BP). "BI Rate 50 BP terlalu tinggi. Karena ekspektasi pelaku pasar diharapkan BI Rate naik hanya 25 BP. Ini membuat market untuk sementara waktu menjadi bearish bagi IHSG," kata Edwin, Kamis (11/7/2013).

Langkah yang ditempuh otoritas Bank Indonesia tersebut, lanjut Edwin, mencerminkan bagaimana derasnya penurunan cadangan devisa tanah air.

"Mencermati inflasi bulan Juli dan kenaikan BI Rate ini, secara implisit mencerminkan kepanikan dari Bank Indonesia menghadapi tekanan rupiah dan derasnya penurunan cadangan devisa," tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen.

"RDG tanggal 11 Juli memutuskan menaikkan BI Rate 50 basis poin menjadi 6,5 persen dengan fasbi rate naik 50 basis poin 4,75 persen, dan lending facility masih sebesar 6,75 persen," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo di gedung BI, Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Agus mengungkapkan, kebijakan ini diambil BI karena angka inflasi meningkat dan diharapkan dapat dikembalikan ke lintasan aslinya. "Kebijakan ini ditempuh karena inflasi meningkat dapat dikembalikan lintasan sasarannya Agar momentum ekonomi terjaga dan lebih sehat," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved