Kerugian minyak di Asia meluas akibat profit taking

Jum'at, 12 Juli 2013 - 11:40 WIB
Kerugian minyak di Asia...
Kerugian minyak di Asia meluas akibat profit taking
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini memperpanjang kerugian karena profit taking, setelah kenaikan tajam didukung janji bank sentral AS (Federal Reserve/Fed) mempertahankan program pembelian obligasi besar-besaran.

Kontrak utama New York, minyah mentah West Texas Intermediate (WTI) light sweet untuk pengiriman Agustus, turun 14 sen menjadi USD104,77 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, turun 20 sen menjadi USD107,53.

Minyak WTI sempat mencapai harga tertinggi dalam 15 bulan sebesar USD107,45 di New York dan Brent mencapai USD108,93 pada perdagangan malam.

"Profit taking yang mendorong harga turun. Banyak investor mengambil posisi short pada minyak sekarang," ujar Kelly Teoh, ahli strategi pasar IG Markets, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Jumat (12/7/2013).

"Tapi, aku masih berharap WTI memiliki dukungan jangka pendek yang kuat di angka USD102 pada sentimen optimis, bahwa Fed akan mengambil kursi belakang untuk saat ini," tambahnya.

Dua hari lalu, Ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke mengatakan, pihaknya akan mengandalikan stimulus USD85 miliar per bulan, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE), disimpan di tempat di masa mendatang.

Berita itu menyiramkan air dingin pada ekspektasi pasar, bahwa bank akan mulai menurunkan stimulus pada akhir tahun ini, yang telah mengirim indeks saham global terguncang dalam beberapa pekan terakhir.

Bernanke menegaskan, bahwa kebijakan pelonggaran dana Fed masih diperlukan, karena tingkat pengangguran sebesar 7,6 persen masih terlalu tinggi dan inflasi terlalu rendah untuk kenyamanan, meskipun terjadi tanda-tanda perbaikan ekonomi AS.

Turunnya harga minyak setelah hampir dua pekan terjadi kenaikan, didorong kekhawatiran pasokan di Timur Tengah karena eskalasi konflik Suriah dan kudeta militer di Mesir.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
39 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
48 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved