Transaksi penjualan rumah di China naik 24%

Senin, 15 Juli 2013 - 15:53 WIB
Transaksi penjualan...
Transaksi penjualan rumah di China naik 24%
A A A
Sindonews.com - Nilai transaksi penjualan rumah di China pada Juni 2013 naik 24 persen dari bulan sebelumnya. Ini adalah kenaikan bulanan terbesar tahun ini, menandakan langkah pemerintah dalam membatasi pembelian properti gagal.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China (NSB) antara semester pertama tahun ini dan lima bulan pertama, nilai rumah yang dijual naik menjadi 624,4 miliar yuan (USD102 miliar) pada bulan lalu, dari 503 miliar yuan pada Mei.

Nilai pada Juni hampir sama dari penjualan dua bulan pertama tahun gabungan. Di mana penjualan perumahan pada enam bulan pertama naik 46 persen menjadi 2,82 triliun yuan dari tahun sebelumnya.

Pada Maret lalu, pemerintah China meningkatkan kampanye selama tiga tahun untuk mendinginkan harga rumah di ibukota Beijing dan 35 kota di tingkat provinsi.

Menurut Johnson Hu, analis properti berbasis CIMB-GK Securities Research, Hong Kong, pertumbuhan kuat penjualan rumah kemungkinan tidak dapat dipertahankan pada semester kedua tahun ini karena ekonomi negara itu melambat dan likuiditas diperas.

"Pengetatan kredit memiliki dampak terhadap pengembangan di semester kedua karena masa persetujuan untuk pinjaman hipotek atau pengembangan akan memukul penjualan rumah," kata Hu, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (15/7/2013).

NSB mencatat investasi rumah, gedung perkantoran, mal dan real estate lainnya naik 20 persen menjadi 3,68 triliun yuan pada semester pertama, dibandingkan dengan 17 persen keuntungan tahun sebelumnya. Pembangunan properti baru naik 3,8 persen menjadi 959 juta meter persegi (10,3 miliar kaki persegi).

"Kami masih menghadapi tekanan yang cukup besar untuk memperketat pasar properti, dan kita harus lebih mengencangkan sesuai dengan peraturan dari Dewan Negara," kata Sheng Laiyun, juru bicara biro dalam konferensi pers.

Total volume penjualan rumah naik 30 persen pada semester pertama 2013, dari tahun lalu menjadi 460.900.000 meter persegi. Nilai penjualan properti termasuk bangunan kantor dan ruang ritel naik 43 persen menjadi 3,34 triliun yuan dari tahun lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Era Coretax Didorong...
Era Coretax Didorong Jadi Momentum Reformasi Pemotongan Pajak Penghasilan
22 menit yang lalu
IHSG Terus Berlari ke...
IHSG Terus Berlari ke Level 6.108 hingga Akhir Sesi, Transaksi Bursa Cetak Rp13,2 Triliun
52 menit yang lalu
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
1 jam yang lalu
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
1 jam yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved