Awas, makanan kadaluwarsa beredar!

Rabu, 17 Juli 2013 - 10:11 WIB
Awas, makanan kadaluwarsa...
Awas, makanan kadaluwarsa beredar!
A A A
Sindonews.com – Tim Gabungan Pemantau Produk Makanan dan Obat-obatan Kabupaten Kulonprogo kembali menemukan sejumlah makanan, obat-obatan dan minuman yang sudah tidak layak konsumsi.

Petugas menemukan produk ini beredar bebas di pasar tradisional. Karena berbahaya, produk ini disita petugas untuk dimusnahkan.

Operasi yang dilaksanakan khusus menjelang hari raya dilakukan Rabu (17/7/2013) pagi, menyasar pedagang di Pasar Pripih, Kecamatan Temon.

Petugas menemukan empat item barang yang tidak layak konsumsi, diantaranya makanan tanpa label, makanan dan minuman kadaluwarsa hingga obat keras dan produk yang telah rusak.

“Kita fokus pada pengawasan obat-obatan dan makanan, dan ternyata banyak yang tidak layak konsumsi,” ujar Staff Pengawasan Obat Dinas Kesehatan Kulonprogo, Susmiyati, Selasa (17/7/2013).

Dari operasi ini juga dilakukan upaya edukatif kepada pedagang untuk lebih memahami produk yang aman untuk diperdagangkan, salah satunya harus memiliki label produksi dan izin kesehatan. Bagi usaha rumah tangga (PIRT) yang menjual, diarahkan untuk mengajukan izin di Dinas Kesehatan.

“Ini akan terus kita lakukan sampai menjelang Lebaran agar masyarakat mendapatkan produk yang aman dan memenuhi syarat kesehatan,” pungkasnya.

Salah seorang pedagang, Supardiman mengakui beberapa produk obat yang dijual sudah kadaluwarsa. Obat-obat itu akhirnya dibawa petugas dan akan dimusnahkan. Dia sendiri dengan sukarela menyerahkannya karena tidak tahu kalau sudah tidak layak konsumsi.

“Tidak tahu kalau itu sudah kadaluwarsa,” jelasnya.

Sementara itu penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kuncahyo mengatakan bahwa operasi yang dilaksanakan merupakan bagian dari penegakan atas Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Konsumen harus mendapatkan produk
yang aman yang sudah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan.

“Ini untuk melindungi konsumen dan produk yang berbahaya. Ternyata di pasar tradisional masih ada yang beredar,” tuturnya.

Temuan obat dan makanan yang tidak layak konsumsi tersebut merupakan kali kedua yang dijumpai petugas gabungan. Sebelumnya pada awal pekan lalu, petugas juga menemukan sekitar 5 kilogram (kg) ikan asin yang positif mengandung formalin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
8 Makanan dan Minuman...
8 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dikonsumsi setelah Lebaran, Nomor 7 Kurangi Risiko Penyakit
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Industri Makanan-Minuman Minta Dispensasi Angkutan Logistik
Industri F&B Melaju...
Industri F&B Melaju Pesat, LNK Jawab Tantangan Lewat Fasilitas Inovatif
Kinerja Industri Minuman...
Kinerja Industri Minuman Tahun 2023 Serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Indonesia: Melaju Pesat, Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
Picu Maag Kronis, Hindari...
Picu Maag Kronis, Hindari Makanan dan Minuman Ini Selama Bulan Puasa
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
41 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
47 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
10 Masakan Terbaik di...
10 Masakan Terbaik di Dunia, Makanan Indonesia Posisi 7
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved