Laba Ericsson naik meski penjualan stagnan

Kamis, 18 Juli 2013 - 18:05 WIB
Laba Ericsson naik meski...
Laba Ericsson naik meski penjualan stagnan
A A A
Sindonews.com - Raksasa telekomunikasi Swedia, Ericsson melaporkan kenaikan laba meski penjualan dalam kondisi stagnan. Laba naik 26 persen pada kuartal kedua dari angka tahun lalu menjadi 1.516 miliar kronor (176 juta euro, USD230 juta).

Namun, angka tersebut mengecewakan karena hanya setengah dari jumlah perkiraan ekonom yang disurvei Dow Jones Newswires. Penjualan bersih kuartal berada di bawah prediksi analis, datang pada 55,3 miliar kronor (6,4 miliar euro, USD8,4 miliar), tidak berubah dari kuartal kedua tahun lalu.

Perusahaan mengatakan, atas dasar aset yang sebanding dengan kurs tetap asing, penjualan naik sebesar 7 persen pada kuartal kedua. Hal ini juga menunjukkan peningkatan profitabilitas, dengan marjin usaha sebesar 32,4 persen terhadap 32,0 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk meningkatkan keuntungan, Ericsson telah mengurangi biaya pengeluaran dibantu penurunan kerugian ST-Ericsson, perusahaan patungan dengan STMicroelectronics berbasis di Jenewa.

"Kami menerapkan strategi menangkap pangsa pasar baru dalam proyek modernisasi jaringan di Eropa mulai 2010, meskipun awal margin lebih rendah," kata CEO perusahaan, Hans Vestberg dalam pernyataannya, seperti dilansir dari AFP, Kamis (18/7/2013).

"Sekarang proyek ini secara bertahap selesai, kita dapat menyimpulkan bahwa kami telah berhasil memperoleh pangsa pasar dan kembali memimpin di Eropa," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved