Harga minyak di perdagangan dunia jatuh

Kamis, 18 Juli 2013 - 19:41 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan dunia jatuh
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini merosot, di mana pasar fokus pada kesaksian ekonomi terbaru yang disampaikan Ketua Federal Reserve (Fed) Ben Bernanke dan permintaan minyak mentah AS.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, turun 35 sen menjadi USD108,26 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk Agustus, turun 11 sen menjadi USD106,37 per barel.

Bernanke mengatakan, kepada Kongres bahwa bank sentral tidak memiliki rencana memotong kembali pembelian obligasi, dan akan mempertimbangkan pengurangan program stimulus jika perekonomian membaik.

"Saya tekankan pembelian aset kita tergantung pada perkembangan ekonomi dan keuangan, tidak berarti mereka pada preset course," ujar Bernake di hadapan House Financial Services Committee.

Desmond Chua, analis perdagangan CMC Markets, Singapura mengatakan, ada faktor dolar yang berperan di sini. "Di mana komentar Bernanke telah memperkuat dolar AS dan yang mengurangi permintaan minyak mentah," ujarnya, seperti dilansir dari AFP, Kamis (18/7/2013).

Penguatan greenback membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan dan mendorong harga lebih rendah.

Namun, analis lain berpendapat, harga minyak akan didukung oleh tanda-tanda permintaan kuat di Amerika Serikat, konsumen minyak mentah utama dunia, serta kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah yang disebabkan gejolak politik Mesir.

"Tingginya permintaan di AS dan krisis berkelanjutan di Mesir cenderung menjaga harga tinggi dalam waktu dekat," kata Sanjeev Gupta, kepala konsultan Minyak Asia-Pasifik dan Praktek Gas EY, sebelumnya Ernst and Young.

Laporan persediaan minyak mentah yang diumumkan Departemen Energi AS menunjukkan stok turun 6,9 juta barel dalam pekan hingga 12 Juli. Penurunan datang bertepatan musim panas, di mana warga AS pergi ke jalan untuk liburan, mengalahkan pengurangan 2,2 juta barel yang diperkirakan analis dalam survei Dow Jones Newswires.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
2 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
2 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
2 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
2 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
2 jam yang lalu
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved