Keputusan BI menaikkan suku bunga keliru

Sabtu, 20 Juli 2013 - 14:56 WIB
Keputusan BI menaikkan...
Keputusan BI menaikkan suku bunga keliru
A A A
Sindonews.com - Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan tingkat suku bunga (BI Rate) menjadi 6,5 persen bukan langkah yang tepat.

Menurutnya, ini hanya akan terlihat investor dan pasar sebagai bentuk perlambatan ekonomi, bukan usaha menstabilkan nilai tukar rupiah yang beberapa hari ini melemah.

"Kalau bunga terlalu tinggi, orang atau investor akan melihat ekonomi cenderung melambat sehingga mereka akan menarik uang keluar, otomatis rupiah akan melemah. Pakai doa juga nggak bisa masuk," ujarnya di kediaman Chairul Tanjung (CT), Jakarta, Jumat (19/7/2013) malam.

Dia mengungkapkan bukti menaikkan BI Rate bukan jawaban tepat memperkuat nilai tukar rupiah terjadi pada 2008 dan 2009

"Saat itu bunga (BI Rate) diturunkan pada Desember 2008, baru rupiah menguat signifikan. Sampai 5 hari rupiah menguat Rp1.000, dari Rp13 ribu ke Rp12 ribu per dolar. Januari 2009, BI Rate dipotong terus 50 basis. Rupiah memang menguat tapi akhirnya berada di bawah Rp10 ribu. Bahkan, sempat di bawah Rp9 ribu per dolar," paparnya.

Dia juga mengingatkan BI agar tidak menggunakan bauran kebijakan yang salah dalam menghadapi tekanan rupiah.

"Kebijakan yang salah bisa menimbulkan sentimen negatif pada rupiah. Ketika kebijakan salah, bunga dinaikkan, enggak ada gunanya swap (lelang swap valas) dan lain-lain. Karena sentimen ke rupiah negatif," tegasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
2 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
2 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved