Harga emas dunia naik di atas USD1.300
Senin, 22 Juli 2013 - 17:14 WIB
Harga emas dunia naik di atas USD1.300
A
A
A
Sindonews.com - Harga emas dunia menguat di atas USD1.300 per ounce ke level tertinggi dalam satu bulan di London, karena spekulasi Federal Reserve AS (Fed) akan mempertahankan stimulus dan kenaikan harga minyak yang mendorong permintaan logam.
Bullion naik 0,8 persen pekan lalu, sebagai pembatasan pertama back-to-back keuntungan mingguan sejak Mei, setelah Ketua Fed Ben S Bernanke mengindikasikan, terlalu dini memutuskan akan memulai kembali pembelian skala obligasi pada September mendatang. Sementara faktor pendorong, minyak mentah di New York mencapai harga tertinggi sejak Maret 2012, pada Jumat (19/7/2013) lalu.
Emas turun sebesar 21 persen tahun ini, menyeka USD58,1 miliar dari nilai emas yang diperdagangkan di bursa kepemilikan produk, setelah beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam mulia sebagai penyimpan nilai.
"Komentar terbaru dari Ketua Fed mengurangi kekhawatiran tentang program pembelian aset Fed dan ini mengakibatkan beberapa short-covering," kata Kotak Commodity Services Ltd, lembaga layanan komoditas berbasis di Mumbai, India, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (22/7/2013).
"Prospek ekonomi AS dan kebijakan moneter Fed akan menjadi faktor kunci dalam harga. Emas juga mendapat dukungan dari ketegasan minyak mentah," tambahnya.
Emas untuk pengiriman segera naik 1,5 persen menjadi USD1.316,10 per ounce pada pukul 09.54 di London. Harga emas mencapai USD1.323,23, tertinggi sejak 20 Juni. Bullion untuk pengiriman Desember naik 1,8 persen menjadi USD1.316,80 di Comex, New York. Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, volume perdagangan berjangka 27 persen hari ini di atas rata-rata dalam 100 hari terakhir.
US Commodity Futures Trading Commission menunjukkan, hedge fund dan spekulan besar lainnya meningkatkan posisi net-long sebesar 56 persen menjadi 55.535 kontrak pada 16 Juli, tertinggi sejak 4 Juni lalu.
Bullion naik di atas 1.000 euro (USD1.316) per ons untuk pertama kalinya sejak 20 Juni. Minyak mentah berjangka naik 18 persen di New York pada tahun ini. Beberapa investor menilai, harga minyak yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan akan mendorong pembelian emas sebagai pelindung nilai.
"Ketika harga minyak naik, terutama di AS, inflasi yang belum menjadi masalah dan alasan emas lebih rendah tahun ini, mungkin mulai menjemput," kata Lv Jie, analis di Cinda Futures Co.
Pada logam lainnya, harga perak untuk pengiriman segera naik 2,1 persen menjadi USD19,9281 per ounce di London. Satu ons emas dibeli sebanyak 66,6 ons perak pada 19 Juli, terbesar sejak Agustus 2010.
Palladium naik 0,4 persen menjadi USD749,30 per ounce, setelah mencapai harga tertinggi USD751,81, sejak 13 Juni. Sementara platinum naik sebanyak 0,9 persen menjadi USD1.442,57 per ounce, tertinggi sejak 19 Juni, dan baru-baru ini 0,3 persen lebih tinggi sebesar USD1.434,75.
Bullion naik 0,8 persen pekan lalu, sebagai pembatasan pertama back-to-back keuntungan mingguan sejak Mei, setelah Ketua Fed Ben S Bernanke mengindikasikan, terlalu dini memutuskan akan memulai kembali pembelian skala obligasi pada September mendatang. Sementara faktor pendorong, minyak mentah di New York mencapai harga tertinggi sejak Maret 2012, pada Jumat (19/7/2013) lalu.
Emas turun sebesar 21 persen tahun ini, menyeka USD58,1 miliar dari nilai emas yang diperdagangkan di bursa kepemilikan produk, setelah beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam mulia sebagai penyimpan nilai.
"Komentar terbaru dari Ketua Fed mengurangi kekhawatiran tentang program pembelian aset Fed dan ini mengakibatkan beberapa short-covering," kata Kotak Commodity Services Ltd, lembaga layanan komoditas berbasis di Mumbai, India, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (22/7/2013).
"Prospek ekonomi AS dan kebijakan moneter Fed akan menjadi faktor kunci dalam harga. Emas juga mendapat dukungan dari ketegasan minyak mentah," tambahnya.
Emas untuk pengiriman segera naik 1,5 persen menjadi USD1.316,10 per ounce pada pukul 09.54 di London. Harga emas mencapai USD1.323,23, tertinggi sejak 20 Juni. Bullion untuk pengiriman Desember naik 1,8 persen menjadi USD1.316,80 di Comex, New York. Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, volume perdagangan berjangka 27 persen hari ini di atas rata-rata dalam 100 hari terakhir.
US Commodity Futures Trading Commission menunjukkan, hedge fund dan spekulan besar lainnya meningkatkan posisi net-long sebesar 56 persen menjadi 55.535 kontrak pada 16 Juli, tertinggi sejak 4 Juni lalu.
Bullion naik di atas 1.000 euro (USD1.316) per ons untuk pertama kalinya sejak 20 Juni. Minyak mentah berjangka naik 18 persen di New York pada tahun ini. Beberapa investor menilai, harga minyak yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan akan mendorong pembelian emas sebagai pelindung nilai.
"Ketika harga minyak naik, terutama di AS, inflasi yang belum menjadi masalah dan alasan emas lebih rendah tahun ini, mungkin mulai menjemput," kata Lv Jie, analis di Cinda Futures Co.
Pada logam lainnya, harga perak untuk pengiriman segera naik 2,1 persen menjadi USD19,9281 per ounce di London. Satu ons emas dibeli sebanyak 66,6 ons perak pada 19 Juli, terbesar sejak Agustus 2010.
Palladium naik 0,4 persen menjadi USD749,30 per ounce, setelah mencapai harga tertinggi USD751,81, sejak 13 Juni. Sementara platinum naik sebanyak 0,9 persen menjadi USD1.442,57 per ounce, tertinggi sejak 19 Juni, dan baru-baru ini 0,3 persen lebih tinggi sebesar USD1.434,75.
(dmd)
Lihat Juga :