Anti-trust China selidiki harga mobil mewah

Senin, 29 Juli 2013 - 19:44 WIB
Anti-trust China selidiki...
Anti-trust China selidiki harga mobil mewah
A A A
Sindonews.com - Produsen mobil asing yang menuai keuntungan besar dalam penjualan mobil impor mewah di China, kini di bawah penyelidikan otoritas anti-trust.

Dilansir dari AFP, Senin (29/7/2013), kantor berita Xinhua mengabarkan, harga mobil impor telah menjadi topik perdebatan menyusul penyelidikan beberapa perusahaan asing di sektor lain dan harga-harga barang.

Pembuat susu formula asing dan perusahaan farmasi telah lebih dulu di bawah pengawasan ketat dalam beberapa pekan terakhir, terkait harga. Secara terpisah, polisi China telah menuduh produsen obat Inggris, GlaxoSmithKline melakukan penyuapan.

Analis mengatakan mereka tidak mengharapkan pembuat mobil asing menjadi target baru masalah persaingan harga. Divisi mobil mewah Volkswagen, Audi mengatakan, harga kendaraan di China sebanding dengan negara-negara lain setelah pajak dan faktor-faktor lain.

"Harga susu bubuk adalah masalah yang lebih penting, karena itu makanan bayi dan keprihatinan keluarga. Mobil mewah berbeda. Beberapa orang di China memiliki banyak uang dan tidak peduli akan harga tinggi," kata Yale Zhang, direktur Otomotif Foresight (Shanghai) Co Ltd, konsultan dan perusahaan riset industri.

China telah menjadi pasar kunci bagi para pembuat mobil mewah, dengan 2,7 juta diharapkan akan terjual setiap tahun pada 2020, menyalip Amerika Serikat sebagai pemimpin dunia di segmen kendaraan premium.

Laporan Xinhua menyebutkan, beberapa mobil impor dua kali lebih mahal di China daripada pasar luar negeri. Ini mengutip seorang pria bermarga Qu yang telah membeli Q7 Audi di Kanada sebesar 78.000 dolar Kanada atau sekitar 460,000 yuan (USD75.000), dan yang terkejut melihat mobil yang sama dijual di China 1 juta yuan.

Juru bicara Audi di China menjelaskan, dalam sebuah pernyataan email, harga memungkinkan berbeda terkait pajak dan spesifikasi kendaraan. Harga mobil yang dibawa ke China dari luar negeri untuk semua 25 persen. Kemudian pajak pertambahan nilai 17 persen dan pajak konsumsi, tergantung ukuran mesin.

"Sebagian besar perbedaan harga antara beberapa model impor di China dan Jerman misalnya, hasil dari bea masuk dan pajak di negara tersebut. Selain itu, kendaraan di China biasanya dilengkapi entri lebih tinggi daripada model dasar di Jerman," kata pernyataan Audi .

"Jika Anda menyesuaikan harga sesuai dengan pajak dan perbedaan dalam peralatan, tingkat harga di China dan pasar lain, seperti Jerman biasanya akan sebanding," terangnya.

Xinhua melaporkan, selain Audi otoritas China juga menyelediki harga mobil untuk merek BMW dan Jaguar Land Rover (JLR).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved