Chatib imbau semua pihak tak panik terhadap ekonomi RI

Selasa, 30 Juli 2013 - 20:17 WIB
Chatib imbau semua pihak...
Chatib imbau semua pihak tak panik terhadap ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri mengimbau semua pihak tidak panik dengan kondisi makro ekonomi Indonesia, baik secara pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, dan kondisi lainnya pada 2013.

Chatib menuturkan, di beberapa negara G-20, Indonesia masih memiliki forecast makro yang lebih baik, walaupun masih tidak lebih baik dibandingkan China.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia kedua paling tinggi pada anggota G-20 setelah China, walaupun forecast World Bank akhir tahun, China itu pertumbuhan ekonominya 7,5 persen, Indonesia 5,9 persen, baru setelah itu India," ujarnya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Indonesia (30/7/2013).

Selain itu, Chatib menyoroti indeks saham Indonesia dan tingkat depresiasi rupiah Indonesia yang masih relatif baik secara perbandingan dengan negara lainnya.

"Situasi kita year to date apabila melihat perbandingan, indeks saham Indonesia masih tumbuh 7,97 persen, Thailand 6,9 persen, Singapura 2,18 persen, dan Malaysi 7,03 persen," paparnya.

"Depresiasi rupiah sebesar 4,84 persen memang lebih rendah dibandingkan depresiasi Ringgit Malaysia 4,67 persen, tapi jelas lebih baik dibanding Filipina sebesar 5,23 persen dan negara-negara lain. Bahkan dulu 1 dolar Australia, dia angka Rp10 ribu, sekarang hanya Rp9.300," imbuhnya.

Menkeu mengakui angka-angka tersebut menunjukkan bahwa secara umum situasi ekonomi Indonesia masih relatif baik walaupun masih ada gejala-gejala yang mengganggu. Seperti kondisi ekonomi global, quantitative easing, dan perlambatan ekspor. "Kalau orang bilang ada guncangan sebetulnya kita masih baik kondisinya," pungkas Chatib.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
5 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
6 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
7 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
9 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
10 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved