IHSG diperkirakan bertahan di level positif
Rabu, 31 Juli 2013 - 08:27 WIB
IHSG diperkirakan bertahan di level positif
A
A
A
Sindonews.com - Permasalahan pada nilai tukar Rupiah terhadap USD masih akan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun demikian, IHSG secara teknikal masih menunjukkan tren penguatan susulan setelah sebelumnya sempat menguat signifikan.
"IHSG akan berada di kisaran 4.576-4.654. Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal di hari Rabu," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Rabu (31/7/2013).
Perkiraan inflasi Juli yang mencapai 2,87 persen mendorong inflasi tahunan sekitar 8,18 persen, sehingga jika level inflasi itu yang terjadi di hari Kamis (1/8/2013).
"Maka seperti saya pernah singgung sebelumnya BI rate berpotensi akan kembali naik sekitar 25-50 basis poin," kata Edwin.
Sehingga, lanjut dia, dampak selanjutnya dapat memperlambatnya pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2013 menjadi 19 persen dan dampaknya selanjutnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 menjadi sekitar 5,8-5,9 persen.
Dari luar negeri, aksi menunggu hasil FOMC Meeting terutama kapan program stimulus berkurang mendorong Dow Jones ditutup nyaris flat sebesar 1,38 poin (0,01 persen) ditutup pada level 15.520,59 disertai tidak berubahnya The Vix seperti closing Senin pada level 13,39.
Pelemahan Dow Jones tersebut terjadi di tengah menguatnya harga saham Cisco, Pfizer, Apple, FB dan Aetna sebagai dampak lebih tingginya pertumbuhan pendapatan dan laba bersih emiten serta meningkatnya data single-family home prices bulan Mei sebesar 1 persen, dimana ekspektasi ekonom terjadi kenaikan 1.5 persen.
Selain itu, sedikit turunnya data consumer confidence bulan Juli sebesar 80,3, lebih rendah dibandingkan ekspektasi ekonom sebesar 81,1 dan lebih rendah dibandingkan data Juni sebesar 82,1.
Hingga Selasa (30/7/2013), sekitar 300 emiten yang tergabung dalam Index S&P 500 melaporkan laba bersih kuartal II/2013, dimana 67 persen diantaranya melaporkan laba diatas ekspektasi.
Sementara, 55 persen melaporkan pendapatan diatas ekspektasi awal, dimana para analis memperkirakan LK Q2/2013 emiten akan melaporkan 4 persen kenaikan dibanding tahun lalu, dengan perkiraan kenaikan pendapatan 1,1 persen.
"IHSG akan berada di kisaran 4.576-4.654. Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal di hari Rabu," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Rabu (31/7/2013).
Perkiraan inflasi Juli yang mencapai 2,87 persen mendorong inflasi tahunan sekitar 8,18 persen, sehingga jika level inflasi itu yang terjadi di hari Kamis (1/8/2013).
"Maka seperti saya pernah singgung sebelumnya BI rate berpotensi akan kembali naik sekitar 25-50 basis poin," kata Edwin.
Sehingga, lanjut dia, dampak selanjutnya dapat memperlambatnya pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2013 menjadi 19 persen dan dampaknya selanjutnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 menjadi sekitar 5,8-5,9 persen.
Dari luar negeri, aksi menunggu hasil FOMC Meeting terutama kapan program stimulus berkurang mendorong Dow Jones ditutup nyaris flat sebesar 1,38 poin (0,01 persen) ditutup pada level 15.520,59 disertai tidak berubahnya The Vix seperti closing Senin pada level 13,39.
Pelemahan Dow Jones tersebut terjadi di tengah menguatnya harga saham Cisco, Pfizer, Apple, FB dan Aetna sebagai dampak lebih tingginya pertumbuhan pendapatan dan laba bersih emiten serta meningkatnya data single-family home prices bulan Mei sebesar 1 persen, dimana ekspektasi ekonom terjadi kenaikan 1.5 persen.
Selain itu, sedikit turunnya data consumer confidence bulan Juli sebesar 80,3, lebih rendah dibandingkan ekspektasi ekonom sebesar 81,1 dan lebih rendah dibandingkan data Juni sebesar 82,1.
Hingga Selasa (30/7/2013), sekitar 300 emiten yang tergabung dalam Index S&P 500 melaporkan laba bersih kuartal II/2013, dimana 67 persen diantaranya melaporkan laba diatas ekspektasi.
Sementara, 55 persen melaporkan pendapatan diatas ekspektasi awal, dimana para analis memperkirakan LK Q2/2013 emiten akan melaporkan 4 persen kenaikan dibanding tahun lalu, dengan perkiraan kenaikan pendapatan 1,1 persen.
(rna)
Lihat Juga :