BOE diperkirakan pertahankan suku bunga rendah

Rabu, 31 Juli 2013 - 12:53 WIB
BOE diperkirakan pertahankan...
BOE diperkirakan pertahankan suku bunga rendah
A A A
Sindonews.com - Bank Sentral Inggris (Bank of England/BOE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga rendah di tengah penguatan pemulihan ekonomi. Namun, analis melihat sinyal stimulus bergerak.

Pertemuan dua hari Komite Kebijakan Moneter (MPC) mulai Rabu waktu setempat, di bawah Gubernur BOE baru, Mark Carney dibimbing berita terbaru bahwa ekonomi Inggris pulih dengan pertumbuhan 0,6 persen pada kuartal kedua.

Sebagian besar ekonom memperkirakan MPC akan mempertahankan apa yang disebut pelonggaran kuantitatif (QE) melalui stimulus, sebagai debut mengesankan Carney pada Juni, saat bersatu dengan sembilan anggota panel MPC dalam keputusan menahan diri dari suntikan stimulus lebih besar. Sebelumnya MPC terpecah dua sejak akhir 2012.

Risalah dari pertemuan Juni mengungkapkan, bahwa kebijakan akan mempelajari cara lain untuk membantu merangsang pertumbuhan ekonomi yang rapuh.

Selain itu, MPC juga mempertimbangkan kemungkinan penggunaan bimbingan ke depan, melalui kebijakan lebih jelas tentang bagaimana tingkat suku bunga dapat berkembang dalam jangka pendek dan menengah.

Kebijakan ini dapat dikaitkan dengan tingkat pengangguran, cara yang mirip dilakukan Federal Reserve AS. Namun, pengumuman ini tidak diharapkan sampai 7 Agustus ketika bank juga akan mengeluarkan perkiraan ekonomi kuartalan.

"Acara utama bulan ini kemungkinan akan menjadi pengumuman bimbingan formal yang maju. Kami berharap Komite Kebijakan Moneter berkomitmen mempertahankan suku bunga rendah sampai ambang pengangguran terentaskan," kata analis Capital Economics, Vicky Redwood, seperti dilansir dari AFP, Rabu (31/7/2013).
.
"Setiap komitmen akan diumumkan bersamaan dengan laporan inflasi pada Rabu, 7 Agustus," tambahnya.

Carney disambut kabar baik pekan lalu, bahwa pemulihan ekonomi Inggris dipercepat pada kuartal kedua. Namun, Menteri Keuangan George Osborne menegaskan, pemerintah koalisi akan tetap pada rencana penghematan sulit.

Produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 0,6 persen dalam tiga bulan hingga akhir Juni. Hal ini merupakan keuntungan dibandingkan 0,3 persen pada kuartal sebelumnya, sebagai yang pertama sejak 2011, bahwa Inggris telah mencapai back-to-back kenaikan kuartalan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
46 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
51 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
7 Sayuran Nyaris Rendah...
7 Sayuran Nyaris Rendah Kalori, Pilihan Tepat untuk Diet Sehat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved