Impor pangan terserap, inflasi Agustus lebih rendah

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 09:23 WIB
Impor pangan terserap,...
Impor pangan terserap, inflasi Agustus lebih rendah
A A A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebut angka inflasi bulan Juli sebesar 3,29 persen terjadi karena selain faktor naiknya harga bahan bakar minyak (BBM), juga karena impor suplai bahan pangan baru terjadi pada bulan Agustus.

Agus juga meyakini apabila suplai bahan baku pangan impor segera diserap pasar, maka angka inflasi di bulan Agustus akan lebih rendah.

"Kalaupun inflasi sekarang tinggi karena impor baru masuk awal Agustus, maka nanti inflasi Agustus akan lebh rendah dibandingkan sebelumnya dan akan kembali netral di bulan September," ujarnya di BI Learning Centre, Jakarta, Kamis (1/8/2013) malam.

Dia menyebut, inflasi sekarang memang terjadi dari sektor riil yang menjadi domain dari pemerintah. Oleh sebab itu, BI mengimbau agar pemerintah cermat dalam mengelola demand dan supply dari volatile food.

"Semua analis sepakat kalau pemerintah bisa menjaga suplai volatile food ini, maka inflasi secara year on year akan ada di kisaran 8 persen," sambung Agus.

Sementara BI akan melakukan tugas-tugasnya juga dalam memitigasi inflasi terutama akibat naiknya harga BBM.

"Tantangan yang ada bagi BI adalah memulihkan kepercayaan pasar, menjaga second round effect dari naiknya harga BBM, menjaga kesinambungan ekonomi dan memitigasi sistem keuangan," tandas Agus.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan pada Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2013 1,03 persen dibanding bulan sebelumnya atau dapat disebutkan mengalami inflasi pada angka 3,29 persen.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, inflasi tahun kalender berada pada kisaran 6,75 persen dan inflasi secara yoy berada di angka 8,61 persen.

"Dari 2008, inflasi ini yang tertinggi. (Penyebabnya) Satu dari BBM satu per tiga di bulan Juni, dan dua per tiganya di bulan Juli, dan dampak tidak langsung BBM karena transportasi naik dan komoditi lain," kata Suryamin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
BI Rate Juni 2025 Ditahan...
BI Rate Juni 2025 Ditahan Tetap di Level 5,50 Persen, Begini Penjelasannya
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
12 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
40 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
52 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved