Ini alasan elpiji 12 kg belum direstui naik harga

Minggu, 04 Agustus 2013 - 14:58 WIB
Ini alasan elpiji 12...
Ini alasan elpiji 12 kg belum direstui naik harga
A A A
Sindonews.com - Mantan Direktur Utama Pertamina, Ari Soemarno mendukung upaya menyesuaikan harga elpiji nonsubsidi. Namun disisi lain, jika menaikkan elpiji nonsubsidi, maka konsekuensinya Pertamina harus menyampaikan pula proposal rencana untuk memperbaiki tata niaga distribusi dan penjualan elpiji bersubsidi kemasan 3 kg.

“Sebab, jika elpiji 12 kg dinaikkan, maka akan ada tren pengalihan penggunaan konsumsi dari 12 kg ke 3 kg,” tuturnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, Pertamina perlu memperbaiki tata niaga penjualan elpiji subsidi dengan menerapkan pola distribusi tertutup. Konsep penjualan elpiji subsidi tertutup dapat dilakukan dengan proses pengendalian penjualan hanya kepada konsumen terdaftar, menggunakan sistem kartu konsumen atau kartu hijau yang telah diberikan kepada masyarakat yang berhak atas elpiji 3 kg ketika konversi minyak tanah dilakukan.

“Ini harus disampaikan Pertamina kepada pemerintah jika berharap pemerintah menyetujui penyesuaian harga elpiji 12 kg,” katanya.

Tanpa pengendalian, ketika Pertamina menaikkan harga jual elpiji 12 kg, maka masyarakat akan beralih ke elpiji 3 kg. Pada akhirnya akan membuat subsidi elpiji membengkak.

"Ini yang mungkin dikhawatirkan menteri ESDM sehingga selalu menolak usulan kenaikan harga elpiji 12 kg yang diusulkan direksi Pertamina," ujar Ari.

Sebelumnya Menteri ESDM Jero Wacik kembali menegaskan, kenaikan harga elpiji 12 kg, belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena memberatkan masyarakat yang belum lama terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Dikatakannya, pemerintah dapat mengerti kerugian yang dialami Pertamina akibat menjual harga elpiji 12 kg di bawah harga keekonomian. Namun demikian, kepentingan masyarakat yang lebih besar, juga harus dipertimbangkan.

“Masih menunggu waktu yang tepat. Nantilah (naik harga). Kita lihat timing yang baik. Rakyat mengerti kok,” katanya belum lama ini.

PT Pertamina sebelumnya mewacanakan kenaikan harga elpiji 12 kg seusai lebaran, mengingat harus menanggung kerugian triliunan rupiah per tahun karena menjual elpiji di bawah harga keekonomian. Pertamina berencana akan menaikkan secara bertahap agar tidak memberatkan masyarakat.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
7 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
54 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Harvey Moeis...
Ini Alasan Harvey Moeis dan Sandra Dewi Masuk Daftar Penerima Bantuan BPJS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved