Direktur Fonterra mengundurkan diri

Rabu, 14 Agustus 2013 - 14:04 WIB
Direktur Fonterra mengundurkan...
Direktur Fonterra mengundurkan diri
A A A
Sindonews.com - Seorang eksekutif perusahaan susu Selandia Baru, Fonterra hari ini mengundurkan diri setelah kekhawatiran pencemaran botulism yang memicu penarikan produk global di China.

Dilansir dari AFP, Rabu (14/8/2013), dalam pernyataannya perusahaan mengumumkan, Direktur Produk Susu Fonterra Gary Romano telah berhenti dari jabatannya. Namun, mereka tidak memberikan alasan utama pengunduran diri Romano.

Kepala Eksekutif Fonterra, Theo Spierings hanya mengatakan, "Gary telah membuat kontribusi yang signifikan selama di Fonterra, dan kami menghormati keputusannya".

Romano dan Spierings adalah wajah perusahaan setelah mencoba berurusan dengan kejatuhan di pasar utama China dengan penarikan kembali produk Fonterra terkait keprihatinan tercemar bakteri yang dapat menyebabkan botulism fatal.

Meskipun tidak ada bayi yang dilaporkan jatuh sakit, penanganan yang dilakukan Fonterra dituduh lambat dan memberikan data yang tidak lengkap ketika kasus tersebut menguap di depan publik.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key secara terang-terangan tidak senang dengan langkah Fonterra berurusan dengan krisis yang mengancam industri susu Selandia Baru, yang menguasai 25 persen ekspor negara itu.

Key mengatakan, pihaknya akan mengunjungi Beijing secara pribadi pada akhir tahun ini untuk meminta maaf kepada pelanggan China, yang membeli sekitar 3,0 miliar dolar NZ (USD2,4 miliar) untuk susu formula bayi dalam setahun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Jadi Target Rudal Houthi,...
Jadi Target Rudal Houthi, Kapal Induk AS Terpaksa Melarikan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved