Profit taking bayangi penguatan IHSG
Kamis, 15 Agustus 2013 - 08:08 WIB
Profit taking bayangi penguatan IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan penguatan asalkan tidak dinodai dengan aksi ambil untung (profit taking).
"Pada perdagangan Kamis (15/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.627-4.655 dan resistance 4.725-4.738," kata Reza, Kamis (15/8/2013).
Berpola menyerupai hammer sedikit melewati middle bollinger bands (MBB). MACD masih menipis dengan histogram positif yang naik. RSI, William's %R dan Stochastic masih upreversal dari area oversold.
"Kembali IHSG berhasil melampaui target resisten kami (4.672). Secara teknikal masih cukup positif meskipun kenaikan ini belum dapat mengimbangi kenaikan sebelum fase penurunan pada akhir Juli," sambung dia.
Dengan demikian, masih ada ruang bagi IHSG untuk mempertahankan laju positifnya, asalkan tidak dimanfaatkan untuk aksi profit taking semata.
Menilik perdagangan kemarin, dimana imbas kembali rebound-nya bursa saham AS dan masih positifnya laju bursa saham Eropa berimbas positif pada laju bursa saham Asia, terlebih IHSG. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk banyak melakukan aktivitas trading.
Meski secara sektoral komoditas mengalami pelemahan, namun masih adanya beberapa saham yang positif di dalamnya menambah laju IHSG semakin atraktif. Di sisi lain, adanya ekspektasi hasil dari RDG BI yang akan tetap mempertahankan level BI rate di 6,5 persen dan diikuti dengan penguatan saham-saham big caps di perbankan turut memberikan sentimen positif.
Hampir mayoritas sektor mengalami penguatan, kecuali sektor komoditas pertambangan dan perkebunan. Begitupun dengan asing yang kembali melakukan nett buy turut mempertahankan IHSG di zona hijau.
"Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.699,73 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.649,35 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.699,73," tuturnya.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Pada perdagangan Kamis (15/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.627-4.655 dan resistance 4.725-4.738," kata Reza, Kamis (15/8/2013).
Berpola menyerupai hammer sedikit melewati middle bollinger bands (MBB). MACD masih menipis dengan histogram positif yang naik. RSI, William's %R dan Stochastic masih upreversal dari area oversold.
"Kembali IHSG berhasil melampaui target resisten kami (4.672). Secara teknikal masih cukup positif meskipun kenaikan ini belum dapat mengimbangi kenaikan sebelum fase penurunan pada akhir Juli," sambung dia.
Dengan demikian, masih ada ruang bagi IHSG untuk mempertahankan laju positifnya, asalkan tidak dimanfaatkan untuk aksi profit taking semata.
Menilik perdagangan kemarin, dimana imbas kembali rebound-nya bursa saham AS dan masih positifnya laju bursa saham Eropa berimbas positif pada laju bursa saham Asia, terlebih IHSG. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk banyak melakukan aktivitas trading.
Meski secara sektoral komoditas mengalami pelemahan, namun masih adanya beberapa saham yang positif di dalamnya menambah laju IHSG semakin atraktif. Di sisi lain, adanya ekspektasi hasil dari RDG BI yang akan tetap mempertahankan level BI rate di 6,5 persen dan diikuti dengan penguatan saham-saham big caps di perbankan turut memberikan sentimen positif.
Hampir mayoritas sektor mengalami penguatan, kecuali sektor komoditas pertambangan dan perkebunan. Begitupun dengan asing yang kembali melakukan nett buy turut mempertahankan IHSG di zona hijau.
"Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.699,73 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.649,35 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.699,73," tuturnya.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :