Dibayangi tekanan jual, IHSG diprediksi tertekan
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 08:07 WIB
Dibayangi tekanan jual, IHSG diprediksi tertekan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabubgan (IHSG) masih akan bergerak dengan tren melemah didorong oleh kejatuhan Dow Jones dan lemahnya sentimen positif yang ada dalam perdagangan akhir pekan ini.
"IHSG diperkirakan turun kembali dalam perdagangan Jumat seiring tajamnya kejatuhan Dow selama dua hari ini yang mencapai 338,82 poin (2,2 persen)," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Jumat (16/8/2013).
Edwin menerangkan, kejatuhan Dow Jones terutama akibat kekhawatiran akan dikuranginya nilai paket stimulus di bulan September. Hal ini dapat memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap USD ke depannya ditambah inflasi Agustus yang diperkirakan masih cukup tinggi sebagai dampak masih enggannya harga bahan pokok beranjak turun.
Sentimen negatif yang berhembus dari luar negeri terutama tentang berita Wall Street kembali turun tajam di hari kedua, dimana Dow turun 225,47 poin (1,47 persen) ditutup dilevel 15.112,19, sehingga selama dua hari Dow turun tajam 338,82 poin (2,2 persen).
Penurunan itu diikuti kenaikan tajam The Vix 12,96 persen ditutup dilevel 14,73. Kondisi ini terutama didorong tajamnya kejatuhan saham Cisco 7 persen.
Kekhawatiran mulai dikuranginya paket stimulus di bulan September dan kombinasi beragamnya data ekonomi, seperti melambatnya pertumbuhan New York state's manufacturing sector bulan Agustus menjadi 8,24 dibanding data Juli dilevel 9,46.
Selain itu, factory activity in the mid-Atlantic region Agustus turun tajam menjadi 9,3 dibandingkan bulan Juli 19.8 (juga lebih rendah dibanding konsensus ekonom dilevel 15) di tengah tidak berubahnya data industrial production bulan Juli.
Itu seiring turunnya manufacturing output dan utilities berbanding terbalik dengan mining activity (polling ekonom memperkirakan akan terjadinya kenaikan 0,3 persen) di tengah CPI Juli naik 0,2 persen setara dengan perkiraan awal.
Sedangkan data weekly jobless claim turun 15 ribu menjadi 320 ribu mencapai level terendah 6 tahun terakhir (juga lebih rendah dibandingkan perkiraan awal ekonom 335 ribu unit) disertai homebuilder confidence Agustus naik tertinggi delapan tahun terakhir.
Seolah belum cukup dengan itu, dari sisi teknikal sendiri IHSG juga menunjukkan tren bearish, sehingga berpotensi melemah lagi. Padahal dari perdagangan kemarin IHSG masih ditutup di zona merah.
"IHSG akan bergerak di level 4.640-4.700. Pola bearish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan berlanjutnya tekanan jual dalam perdagangan Jumat," pungkasnya.
"IHSG diperkirakan turun kembali dalam perdagangan Jumat seiring tajamnya kejatuhan Dow selama dua hari ini yang mencapai 338,82 poin (2,2 persen)," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Jumat (16/8/2013).
Edwin menerangkan, kejatuhan Dow Jones terutama akibat kekhawatiran akan dikuranginya nilai paket stimulus di bulan September. Hal ini dapat memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap USD ke depannya ditambah inflasi Agustus yang diperkirakan masih cukup tinggi sebagai dampak masih enggannya harga bahan pokok beranjak turun.
Sentimen negatif yang berhembus dari luar negeri terutama tentang berita Wall Street kembali turun tajam di hari kedua, dimana Dow turun 225,47 poin (1,47 persen) ditutup dilevel 15.112,19, sehingga selama dua hari Dow turun tajam 338,82 poin (2,2 persen).
Penurunan itu diikuti kenaikan tajam The Vix 12,96 persen ditutup dilevel 14,73. Kondisi ini terutama didorong tajamnya kejatuhan saham Cisco 7 persen.
Kekhawatiran mulai dikuranginya paket stimulus di bulan September dan kombinasi beragamnya data ekonomi, seperti melambatnya pertumbuhan New York state's manufacturing sector bulan Agustus menjadi 8,24 dibanding data Juli dilevel 9,46.
Selain itu, factory activity in the mid-Atlantic region Agustus turun tajam menjadi 9,3 dibandingkan bulan Juli 19.8 (juga lebih rendah dibanding konsensus ekonom dilevel 15) di tengah tidak berubahnya data industrial production bulan Juli.
Itu seiring turunnya manufacturing output dan utilities berbanding terbalik dengan mining activity (polling ekonom memperkirakan akan terjadinya kenaikan 0,3 persen) di tengah CPI Juli naik 0,2 persen setara dengan perkiraan awal.
Sedangkan data weekly jobless claim turun 15 ribu menjadi 320 ribu mencapai level terendah 6 tahun terakhir (juga lebih rendah dibandingkan perkiraan awal ekonom 335 ribu unit) disertai homebuilder confidence Agustus naik tertinggi delapan tahun terakhir.
Seolah belum cukup dengan itu, dari sisi teknikal sendiri IHSG juga menunjukkan tren bearish, sehingga berpotensi melemah lagi. Padahal dari perdagangan kemarin IHSG masih ditutup di zona merah.
"IHSG akan bergerak di level 4.640-4.700. Pola bearish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan berlanjutnya tekanan jual dalam perdagangan Jumat," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :