Harga minyak dunia masih tinggi
Jum'at, 16 Agustus 2013 - 19:07 WIB
Harga minyak dunia masih tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini masih tinggi, didukung kekhawatiran pasokan minyak mentah di Timur Tengah akibat gejolak Mesir yang merenggut nyawa hampir 600 orang.
Investor mengamati dengan seksama apakah kerusuhan terbaru di Mesir akan meningkat dan mempengaruhi stabilitas di negara kaya minyak Timur Tengah atau stabil.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 43 sen menjadi USD110,01 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik 26 sen menjadi USD107,59 per barel.
"Harga minyak berada pada kekhawatiran, bahwa meningkatnya kekerasan di Mesir dapat mempengaruhi pengiriman minyak di sepanjang Terusan Suez atau menyebar di seluruh Timur Tengah. Di mana persediaan sudah menghadapi gangguan," kata Lee Chen Hoay, analis investasi Phillip Futures, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Jumat (16/8/2013).
Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets, Sydney, menyebutkan, harga minyak sudah termasuk "premi risiko" karena investor terbiasa dengan ancaman konstan gangguan pasokan di Timur Tengah.
"Mesir jelas memiliki dampak pada harga, tetapi kenyataannya adalah pembicaraan gangguan pasokan Timur Tengah telah konstan hampir menjadi latar belakang kebisingan bagi investor," tambahnya.
Seperti diketahui, Partai Islamis di Mesir telah menyerukan "Jumat kemarahan" nasional setelah korban tewas dari pendukung presiden terguling Mohamed Morsi bertambah menjadi 578 orang. Itu menjadi hari paling berdarah di negara tersebut dalam beberapa dekade.
Pedagang khawatir bahwa kerusuhan bisa memukul pengiriman minyak mentah melalui Terusan Suez dan Sumed Pipeline (pipa), sebagai jalur pengiriman antara Eropa dan produsen minyak di Teluk.
Meskipun Mesir bukan produsen minyak utama, Terusan Suez membawa sekitar 2,5 juta barel per hari, atau sekitar 2,7 persen pasokan global.
Investor mengamati dengan seksama apakah kerusuhan terbaru di Mesir akan meningkat dan mempengaruhi stabilitas di negara kaya minyak Timur Tengah atau stabil.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 43 sen menjadi USD110,01 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik 26 sen menjadi USD107,59 per barel.
"Harga minyak berada pada kekhawatiran, bahwa meningkatnya kekerasan di Mesir dapat mempengaruhi pengiriman minyak di sepanjang Terusan Suez atau menyebar di seluruh Timur Tengah. Di mana persediaan sudah menghadapi gangguan," kata Lee Chen Hoay, analis investasi Phillip Futures, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Jumat (16/8/2013).
Michael McCarthy, kepala strategi pasar CMC Markets, Sydney, menyebutkan, harga minyak sudah termasuk "premi risiko" karena investor terbiasa dengan ancaman konstan gangguan pasokan di Timur Tengah.
"Mesir jelas memiliki dampak pada harga, tetapi kenyataannya adalah pembicaraan gangguan pasokan Timur Tengah telah konstan hampir menjadi latar belakang kebisingan bagi investor," tambahnya.
Seperti diketahui, Partai Islamis di Mesir telah menyerukan "Jumat kemarahan" nasional setelah korban tewas dari pendukung presiden terguling Mohamed Morsi bertambah menjadi 578 orang. Itu menjadi hari paling berdarah di negara tersebut dalam beberapa dekade.
Pedagang khawatir bahwa kerusuhan bisa memukul pengiriman minyak mentah melalui Terusan Suez dan Sumed Pipeline (pipa), sebagai jalur pengiriman antara Eropa dan produsen minyak di Teluk.
Meskipun Mesir bukan produsen minyak utama, Terusan Suez membawa sekitar 2,5 juta barel per hari, atau sekitar 2,7 persen pasokan global.
(dmd)
Lihat Juga :