Pelemahan rupiah diprediksi hanya sementara
Senin, 19 Agustus 2013 - 16:12 WIB
Pelemahan rupiah diprediksi hanya sementara
A
A
A
Sindonews.com - PT BNI Asset Management menilai, terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (USD) hanya bersifat sementara.
"Saya kira ini hanya bersifat sementara dan BI (Bank Indonesia) juga harus yakin bahwa ini hanya sementara," kata Presiden Direktur PT BNI Asset Management, Idhamshah Runizam di Mid Plaza, Jakarta, Senin (16/8/2013).
Namun demikian, dia menuturkan, bukan berarti pemerintah bisa tenang-tenang saja menghadapi pelemahan mata uang domestik ini. Menurutnya, pemerintah perlu lebih cermat dalam pengaturan aktivitas ekspor dan impor karena mengingat pengaruhnya yang besar dalam rangka menstabilkan nilai tukar rupiah ke depannya.
"Ekspor migas kita sendiri masih di bawah. Kalau ini bisa diperbaiki oleh pemerintah, mudah-mudahan rupiah bisa kembali menguat. Saya bicara teoritisnya saja," sambungnya.
Sore ini, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Senin (19/8/2013) berada di level Rp10.451 per USD, melemah 59 poin dibanding hari terakhir pekan lalu di level Rp10.392 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah terdepresiasi signifikan sebanyak 103 poin ke level Rp10.533 per USD pada penutupan sore ini dibanding hari sebelumnya Rp10.430 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup melemah 50 poin dari level Rpp10.365 per USD menjadi Rp10.415 per USD, dengan kisaran harian Rp10.490-Rp10.493 per USD.
"Saya kira ini hanya bersifat sementara dan BI (Bank Indonesia) juga harus yakin bahwa ini hanya sementara," kata Presiden Direktur PT BNI Asset Management, Idhamshah Runizam di Mid Plaza, Jakarta, Senin (16/8/2013).
Namun demikian, dia menuturkan, bukan berarti pemerintah bisa tenang-tenang saja menghadapi pelemahan mata uang domestik ini. Menurutnya, pemerintah perlu lebih cermat dalam pengaturan aktivitas ekspor dan impor karena mengingat pengaruhnya yang besar dalam rangka menstabilkan nilai tukar rupiah ke depannya.
"Ekspor migas kita sendiri masih di bawah. Kalau ini bisa diperbaiki oleh pemerintah, mudah-mudahan rupiah bisa kembali menguat. Saya bicara teoritisnya saja," sambungnya.
Sore ini, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Senin (19/8/2013) berada di level Rp10.451 per USD, melemah 59 poin dibanding hari terakhir pekan lalu di level Rp10.392 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah terdepresiasi signifikan sebanyak 103 poin ke level Rp10.533 per USD pada penutupan sore ini dibanding hari sebelumnya Rp10.430 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup melemah 50 poin dari level Rpp10.365 per USD menjadi Rp10.415 per USD, dengan kisaran harian Rp10.490-Rp10.493 per USD.
(rna)