Ini langkah OJK hadapi anjloknya rupiah dan IHSG
Selasa, 20 Agustus 2013 - 10:11 WIB
Ini langkah OJK hadapi anjloknya rupiah dan IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Menghadapi situasi teraktual dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah terus anjloK, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus melakukan pengawasan untuk melihat penyebab dan langkah yang akan diambil.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, pihaknya melihat hal ini dari dua sisi, yaitu dari sudut pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).
Dia juga mengaku terus mengawasi kondisi ini untuk segera mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan ke depan.
"Kita sudah punya SOP saat terjadi penurunan indeks pada level tertentu. Di capital market kita punya program ke depan, tekanan kita awasi, tapi kita melakukan langkah strategis untuk pendalaman pasar," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/8/2013) malam.
Salah satu hal yang akan dilakukan oleh OJK, adalah mendorong banyak perusahaan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Perdana Saham serta memperkuat institusi dari IKNB sendiri.
"Makin banyak produk, IPO, sehingga pilihan lebih banyak. Kemudian penambahan investor baik individual maupun institusional karena IKNB seperti asuransi, dana pensiun, itu adalah investor di pasar modal," pungkasnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, pihaknya melihat hal ini dari dua sisi, yaitu dari sudut pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).
Dia juga mengaku terus mengawasi kondisi ini untuk segera mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan ke depan.
"Kita sudah punya SOP saat terjadi penurunan indeks pada level tertentu. Di capital market kita punya program ke depan, tekanan kita awasi, tapi kita melakukan langkah strategis untuk pendalaman pasar," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/8/2013) malam.
Salah satu hal yang akan dilakukan oleh OJK, adalah mendorong banyak perusahaan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Perdana Saham serta memperkuat institusi dari IKNB sendiri.
"Makin banyak produk, IPO, sehingga pilihan lebih banyak. Kemudian penambahan investor baik individual maupun institusional karena IKNB seperti asuransi, dana pensiun, itu adalah investor di pasar modal," pungkasnya.
(gpr)