Tidak responsif, Menkeu dikritik di Paripurna DPR
Selasa, 20 Agustus 2013 - 11:05 WIB
Tidak responsif, Menkeu dikritik di Paripurna DPR
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PDIP, Tjahjo Kumolo mengkritik keras Menteri Keuangan M Chatib Basri yang dianggap tidak responsif terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Pasalnya, di tengah-tengah situasi perekonomian yang tengah bergejolak ditambah dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan terdepresiasinya Rupiah, Chatib tetap tidak bergeming dan terlihat tenang-tenagn saja.
"Kepada saudara Menteri Keuangan, saya mengikuti pernyataan anda di seluruh media yang mengatakan (situasi perekonomian) ini dengan tenang. Padahal pengusaha sudah mengeluh karena pemerintah tidak ada kebijakan progresif menghadapi ini," ujarnya mengawali sidang Paripurna, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Dia menyebut pelemahan Rupiah terhadap Dollar terus berlanjut dan mengancam neraca perdagangan dan ekspor impor. "Pelemahan Rupiah terus bergerak dan akan mengganggu neraca perdagangan, ekspor impor dan sebagainya," lanjut Tjahjo.
Dia pun menyayangkan peryataan Chatib yang sering tidak sesuai dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sehingga sering meresahkan masyarakat dan pasar.
"Egoisme sektoral tinggi, pernyataan Menkeu dan Gubernur BI pun beda, saya mohonkan statement Menteri Keuangan segera," pungkas Tjahjo.
Pasalnya, di tengah-tengah situasi perekonomian yang tengah bergejolak ditambah dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan terdepresiasinya Rupiah, Chatib tetap tidak bergeming dan terlihat tenang-tenagn saja.
"Kepada saudara Menteri Keuangan, saya mengikuti pernyataan anda di seluruh media yang mengatakan (situasi perekonomian) ini dengan tenang. Padahal pengusaha sudah mengeluh karena pemerintah tidak ada kebijakan progresif menghadapi ini," ujarnya mengawali sidang Paripurna, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Dia menyebut pelemahan Rupiah terhadap Dollar terus berlanjut dan mengancam neraca perdagangan dan ekspor impor. "Pelemahan Rupiah terus bergerak dan akan mengganggu neraca perdagangan, ekspor impor dan sebagainya," lanjut Tjahjo.
Dia pun menyayangkan peryataan Chatib yang sering tidak sesuai dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sehingga sering meresahkan masyarakat dan pasar.
"Egoisme sektoral tinggi, pernyataan Menkeu dan Gubernur BI pun beda, saya mohonkan statement Menteri Keuangan segera," pungkas Tjahjo.
(gpr)
Lihat Juga :