Tanpa intervensi, IHSG bisa anjlok ke bawah 4.000

Selasa, 20 Agustus 2013 - 16:31 WIB
Tanpa intervensi, IHSG...
Tanpa intervensi, IHSG bisa anjlok ke bawah 4.000
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa anjlok hingga di bawah level 4.000 bila tidak ada intervensi dari pemerintah maupun otoritas lembaga keuangan nasional terkait.

"Kalau tidak ada intervensi dari pemerintah, saya khawatir IHSG bisa tembus di bawah level 4.000. Itu tidak mustahil karena kombinasi fundamentalnya sangat mendukung," ujar Edwin saat dihubungi Sindonews, Selasa (20/8/2013).

Seperti diketahui, saat ini IHSG sempat menyentuh level terendahnya di angka 4.062,30 kendati telah kembali mengalami penguatan secara bertahap jelang penutupan perdagangan, dengan ditutup pada level ditutup pada level 4.174,98.

Edwin menjelaskan, kendati menguat, namun IHSG masih berada di zona merah. Hal tersebut membuktikan masih belum cukup kondusifnya sentimen yang ada sehingga IHSG masih sangat labil cenderung melemah lebih dalam.

Kembali soal langkah antisipasi lebih dalam yang dimaksud Edwin, adalah dengan melakukan pembelian kembali (buyback) saham-saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di publik.

Hal tersebut diharapkan mampu mendongkrak IHSG secara umum mengingat valuasi emiten BUMN yang cukup besar dan memiliki kontribusi signifikan bagi indeks.

"Buyback saham BUMN itu pada akhirnya akan menguntungkan pemerintah juga karena sekarang mereka beli di harga murah. Saham itu nantinya bisa dijual lagi bila harga sudah kembali kondusif," pungkasnya.

Selain itu, saran Edwin, pemerintah juga perlu melakukan joint intervention secepatnya dan jangan sampai terlambat karena sedang berkejaran dengan waktu.

"Kalau telat, investor confidence bisa hilang dan hal ini yang perlu dihindari," tandasnya.

Menilik soal koreksi yang berlanjut hari ini, Edwin memandang, kombinasi antara sentimen negatif yang berhembus dari luar negeri ditambah kecerobohan pemerintah yang mengakibatkan nilai tukar rupiah terus melemah terhadap USD memberi cukup alasan bagi IHSG untuk kembali melanjutkan pelemahannya.

Imbas dari pidato kenegaraan Presiden SBY yang menyampaikan asumsi-asumsi makro dipandang pelaku pasar tidak realistis, sehingga berimbas pada kondisi psikologis ekonomi yang tidak kondusif tercermin dari kejatuhan IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD.

Ada dua faktor penyebab kejatuhan tajam rupiah dan IHSG, yakni fundamental dan sentimen. Termasuk kategori fundamental, yakni ekspektasi inflasi Agustus yang masih tinggi; tidak dinaikkannya BI rate; terjadinya defisit anggaran, defisit perdagangan dan defisit current account yang mencapai 4,4 persen di Q2/2013.

Selain itu, adanya berita tentang perlambatan GDP dan berita dari Thailand yang mulai masuk resesi serta rencana pengurangan paket stimulus The Fed.

Sementara yang bersifat sentimen memperparah kejatuhan rupiah dan IHSG, yakni komentar beberapa pejabat pemerintah dari presiden, menteri dan level dibawahnya, yang tidak kondusif dan tidak pada tempatnya bahkan cenderung menunjukkan ketidakmengertian mereka akan kondisi pasar sebenarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
4 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
6 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved