DPR: Rupiah dan IHSG lesu akibat pengusaha migas kabur
Rabu, 21 Agustus 2013 - 14:27 WIB
DPR: Rupiah dan IHSG lesu akibat pengusaha migas kabur
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat, Achsanul Qasasi mengaku khawatir adanya capital outflow mengakibatkan rupiah terdepresiasi dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok akibat para pengusaha migas merasa tidak aman dan melarikan laba ke luar negeri.
Apalagi, kata dia, ditambah dengan ditangkapnya Kepala Satuan Kerja Khusus Hulu Migas, Rudi Rubiandini akibat gratifikasi Kernel Oil sebesar USD700 ribu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya khawatir adanya capital outflow ini juga dilakukan para pengusaha migas. Karena perusahaan migas sedang tidak aman di Indonesia lalu tarik uangnya dipindah ke luar negeri," ujar Achsanul di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2013).
Selain itu, Achsanul juga mengkhawatirkan penarikan modal besar-besaran dari AS terutama dari perusahaan migas (quantitative easing) asal AS.
"Banyak perusahaan Amerika Serikat yang menarik uangnya. AS kan paling banyak berinvestasi di sektor migas," lanjutnya.
Dia merasa penarikan modal secara besar-besaran yang mengakibatkan rupiah terdepresiasi dan IHSG anjlok adalah hal yang wajar.
"Yang namanya uang itu akan datang di saat kita aman. Kalau tidak merasa aman, dia akan pergi. Itu sifat dan karakteristik uang memang seperti itu," pungkas Achsanul.
Apalagi, kata dia, ditambah dengan ditangkapnya Kepala Satuan Kerja Khusus Hulu Migas, Rudi Rubiandini akibat gratifikasi Kernel Oil sebesar USD700 ribu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya khawatir adanya capital outflow ini juga dilakukan para pengusaha migas. Karena perusahaan migas sedang tidak aman di Indonesia lalu tarik uangnya dipindah ke luar negeri," ujar Achsanul di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2013).
Selain itu, Achsanul juga mengkhawatirkan penarikan modal besar-besaran dari AS terutama dari perusahaan migas (quantitative easing) asal AS.
"Banyak perusahaan Amerika Serikat yang menarik uangnya. AS kan paling banyak berinvestasi di sektor migas," lanjutnya.
Dia merasa penarikan modal secara besar-besaran yang mengakibatkan rupiah terdepresiasi dan IHSG anjlok adalah hal yang wajar.
"Yang namanya uang itu akan datang di saat kita aman. Kalau tidak merasa aman, dia akan pergi. Itu sifat dan karakteristik uang memang seperti itu," pungkas Achsanul.
(izz)