Meski masih volatile, IHSG berpeluang menguat

Kamis, 22 Agustus 2013 - 07:57 WIB
Meski masih volatile,...
Meski masih volatile, IHSG berpeluang menguat
A A A
Sindonews.com - Mulai terbentuknya pola bullish atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memberi secercah harapan jelang akhir pekan, setelah hampir selama sepekan yang penat IHSG terus terjungkal di zona merah.

"Kisaran harian IHSG 4.158-4.270. Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan munculnya selective buying," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Kamis (22/8/2013).

Setelah turun tajam empat hari 524,75 poin (11,6 persen), IHSG alami minor technical rebound 43,46 poin (1,041 persen) di hari Rabu akibat intervensi sporadis bebebrapa Dapen denghan melakukan selective buying beberapa saham yang punya utang USD kecil serta akan melakukan corporate action.

Tapi, investor asing nampaknya tidak terlalu peduli intervensi tersebut. Itu tercermin masih besarnya net sell di hari Rabu Rp895 miliar sehingga net sell asing YTD mencapai Rp11,26 triliun di tengah kembali melemahnya USD/IDR ke level 10.940 (yang merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir) sebelum ditutup di level Rp 10.775, sehingga YTD rupiah turun 11,43 persen.

"Perdagangan Kamis ini saya perkirakan IHSG akan volatile, dimana akan terjadi pertentangan antara kembali turunnya Dow 105,44 poin (0,7 persen) dan tajamnya kejatuhan MSCI Indonesia ETF (EIDO) 4,34 persen di tengah intervensi sporadis serta akan dirilisnya kebijakan ekonomi pemerintah di hari Jumat merespons kondisi pasar saat ini," pungkas Edwin.

Dari luar negeri, DJIA kembali turun di hari keenam sebesar 105,44 poin (0,7 persen) ditutup di level 14.897,55, sehingga selama enam hari Dow Jones turun 553,16 poin (3,62 persen), diikuti kenaikan The Vix 6,91 persen ditutup di level 15,94 setelah FOMC Minutes Meeting bulan Juli sedikit memberikan petunjuk kapan pengurangan program bond buying.

Di sisi lain, tampak mengecewakannya laporan keuangan emiten, seperti target, staples, American Eagle Outfitters serta naiknya yield US 10 year T-note ke level 2,89 persen tertinggi dalam dua tahun terakhir di tengah naiknya existing home sales bulan Juli yang tumbuh 6,5 persen menjadi total 5,39 juta unit, lebih tinggi ketimbang konsensus ekonom 5,15 juta unit dan juga lebih besar ketimbang data Juni 5,08 juta unit.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
4 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
5 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
5 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
6 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
6 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved