Laju rupiah diprediksi masih negatif
Kamis, 22 Agustus 2013 - 08:33 WIB
Laju rupiah diprediksi masih negatif
A
A
A
Sindonews.com - Berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai berbalik arah (rebound), suasana negatif masih menyelimuti laju rupiah yang diprediksi masih melanjutkan pelemahannya.
Sentimen dari pengurangan stimulus The Fed masih menjadi isu utama dalam pelemahan rupiah. Apalagi dalam dua hari ini akan diadakan rapat bulanan dari FOMC.
"Diperkirakan rupiah akan berada pada rentang harian Rp10.525-Rp10.854/USD," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (22/8/2013).
Selain itu, Reza menambahkan, adanya ekspektasi rilis data-data Amerika Serikat (AS) pada Rabu (21/8/2013) waktu AS, diperkirakan akan lebih baik sehingga turut menambah sentimen negatif terhadap mata uang domestik.
Bahkan masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi AS untuk tenor 10 tahun, begitupun dengan yield Surat Utang Negara (SUN) yang juga meningkat turut menambah sentimen negatif di pasar.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) ditutup pada level Rp10.723 per USD. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah anjlok ke level Rp10.775 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik berada di Rp10.685 per USD, dengan kisaran Rp10.765-10.815 per USD.
Sentimen dari pengurangan stimulus The Fed masih menjadi isu utama dalam pelemahan rupiah. Apalagi dalam dua hari ini akan diadakan rapat bulanan dari FOMC.
"Diperkirakan rupiah akan berada pada rentang harian Rp10.525-Rp10.854/USD," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (22/8/2013).
Selain itu, Reza menambahkan, adanya ekspektasi rilis data-data Amerika Serikat (AS) pada Rabu (21/8/2013) waktu AS, diperkirakan akan lebih baik sehingga turut menambah sentimen negatif terhadap mata uang domestik.
Bahkan masih tingginya imbal hasil (yield) obligasi AS untuk tenor 10 tahun, begitupun dengan yield Surat Utang Negara (SUN) yang juga meningkat turut menambah sentimen negatif di pasar.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) ditutup pada level Rp10.723 per USD. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah anjlok ke level Rp10.775 per USD. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik berada di Rp10.685 per USD, dengan kisaran Rp10.765-10.815 per USD.
(rna)