Harga minyak di perdagangan Asia tergelincir

Kamis, 22 Agustus 2013 - 10:53 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia tergelincir
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun karena berkurangnya kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah. Sementara menit dari pertemuan Federal Reserve AS (Fed) tidak dapat menjelaskan apapun terhadap masa depan program stimulus.

Kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, turun dua sen menjadi USD103,83 per barel pada perdagangan pertengahan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober turun 19 sen menjadi USD109,62 per barel.

"Penurunan harga minyak mentah dapat dikaitkan dengan sinyal dimulainya kembali ekspor Libya," kata Lee Chen Hoay, analis investasi Phillip Futures, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Kamis (22/8/2013).

Terminal minyak utama Libya telah terkena serangan sejak akhir Juli, yang menyebabkan produksi menurun menjadi kurang dari 330.000 barel per hari sebelum naik kembali ke 670.000 barel.

Pejabat Libya mengatakan, beberapa terminal segera membuka kembali dan lebih bisa me-restart pengiriman dalam beberapa hari ke depan.

Sementara risalah rapat komite kebijakan pengaturan Fed pada akhir Juli tidak dapat menjelaskan kapan akan mulai meredam skema besar pembelian obligasi, dengan anggota terbagi menunggu ekonomi AS membaik.

Investor khawatir, bahwa pergeseran dalam kebijakan moneter AS akan memukul permintaan minyak di negara berkembang, terutama India. Di mana rupee telah jatuh ke rekor terendah terhadap dolar pekan ini.

Lebih umum, mengakhiri stimulus mungkin akan membuat dolar naik, yang pada gilirannya bisa mengirim harga minyak turun karena membuat komoditas lebih mahal bagi orang-orang yang membeli dengan mata uang lain.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
12 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
29 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved