Aktivitas manufaktur China rebound

Kamis, 22 Agustus 2013 - 11:42 WIB
Aktivitas manufaktur...
Aktivitas manufaktur China rebound
A A A
Sindonews.com - Raksasa perbankan HSBC melaporkan pembacaan awal manufaktur China berbalik positif untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada Agustus. Hal ini sebagai tanda kekuatan baru perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Kelompok perbankan asal Inggris itu mencatat indeks manajer pembelian (PMI) datang di angka 50,1 poin pada Agutus, naik dari Juli di level 47,7 poin, yang merupakan angka terendah dalam 11 bulan.

PMI, trek aktivitas pabrik-pabrik di China dan lokakarya, merupakan indikator yang diawasi ketat sebagai tanda kesehatan ekonomi. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi, sedangkan di atas sinyal ekspansi.

"Hasilnya adalah yang tertinggi dalam empat bulan, dan memberikan sinyal ekonomi China stabil," kata HSBC, seperti dilansir dari AFP, Kamis (22/8/2013).

Sementara hasil resmi yang diumumkan Biro Statistik Nasional China awal Agustus lalu untuk data Juli, menunjukkan, bahwa PMI resmi China naik menjadi 50,3 poin, dari 50,1 poin pada Juni. China diperkirakan akan mengumumkan PMI resmi Agustus pada 1 September mendatang.

"Pertumbuhan manufaktur China telah mulai stabil di belakang perbaikan sederhana bisnis baru dan output," kata Qu Hongbin, kepala ekonom HSBC untuk China berbasis di Hong Kong.

Zhang Zhiwei, ekonom dari Nomura International menyebutkan, hasil positif PMI dari HSBC didorong permintaan domestik dan kekuatan baru yang tercermin dari indikator lainnya.

HSBC mengatakan, akan mengumumkan hasil akhir PMI pada 2 September nanti.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
23 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
42 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved