Pemerintah akan keluarkan 4 instrumen pasar modal

Kamis, 22 Agustus 2013 - 14:05 WIB
Pemerintah akan keluarkan...
Pemerintah akan keluarkan 4 instrumen pasar modal
A A A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, untuk mengantisipasi gejolak pasar keuangan kali ini, pemerintah akan mengeluarkan empat instrumen pasar modal.

Yang pertama adalah buyback saham BUMN. Kedua Surat Utang Negara (SUN), ketiga obligasi, dan yang keempat adalah dana pensiun.

"Jadi dana pensiun pun harus dalam satu koordinasi. Dana pensiun BUMN ya. Jangan sampai ada dana pensiun yang tiba-tiba cut lost dengan cara melepas saham," ujar Dahlan di Gedung Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Dahlan juga mengungkapkan, seluruh BUMN sudah sepakat akan berada dalam koordinasi kebijakan makro yang dikeluarkan dan tidak akan jalan sendiri-sendiri.

"BUMN akan berada dalam koordinasi kebijakan pemerintah secara makro. Pokoknya BUMN tidak akan jalan sendiri-sendiri, dan apa yang akan dilakukan BUMN sudah menjadi koordinasi bersama pemerintah," tandas Dahlan.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kementeriannya akan menyelenggarakan rapat internal dengan Bank Indonesia untuk membahas melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Hatta meminta masyarakat tidak panik karena pemerintah sudah mempunyai strategi khusus untuk memperkuat nilai mata uang rupiah. "Pesan saya enggak usah panik, kita memiliki jurus respons tapi kita tentu mengikuti terus," kata Hatta dalam siaran persnya, Kamis (22/8/2013).

Nilai tukar rupiah terus merosot. Pada hari Kamis (22/8/2013) rupiah mencapai Rp11,027 per dolar AS atau melemah sebanyak 252 atau 2,33 persen jika dibandingkan pada Rabu (21/8/2013), dimana pergerakan nilai tukar rupiah mencapai Rp10,770.

Menurut Menko Perekonomian, terkait pelemahan nilai tukar rupiah ini pemerintah telah mempersiapkan sejumlah langkah yang nantinya akan diumumkan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (23/8/2013) besok.

“Kita sudah punya langkahnya, bagaimana kita mengatasi current account deficit kita, bagaimana kita mengatasi inflasi, bagaimana kita merespon pelemahan rupiah, bagaimana kita merespon investasi agar bisa menutup devisit dari transaksi berjalan, bagamana dengan usaha-usaha padat karya tidak boleh berhenti karenanya kita berikan beberapa insentif semua sudah dipikirkan dalam beberapa hari ini,” tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
36 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
51 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved