Pemerintah diminta berani larang Pertamina impor BBN

Jum'at, 23 Agustus 2013 - 20:52 WIB
Pemerintah diminta berani...
Pemerintah diminta berani larang Pertamina impor BBN
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Shinta Widjaja Kamdani meminta pemerintah untuk berani memerintahkan perusahaan seperti PT Pertamina dan PT PLN untuk mengambil produk dalam negeri.

Pemerintah, kata dia, juga harus berani melarang Pertamina untuk mengimpor BBN atau campuran Bahan Bakar Minyak (BBM). "Jika dirasa, misalnya Pertamina masih perlu mengimpor BBM, maka pemerintah harus bisa memastikan bahwa yang diimpor bukan BBN," kata dia dalam rilisnya, Jumat (23/8/2013).

Misalnya, lanjut Shinta, Pertamina dan para suppliernya juga harus bisa dibantu untuk mampu menyediakan blending facility, guna melakukan pencampuran BBN dengan BBM di dalam negeri.

Pihaknya mengharapkan agar pemerintah bisa mendorong secara pasti institusi perbankan dan keuangan nasional untuk menyediakan modal kerja bagi para pengusaha dan petani yang menanam BBN. Misalnya, petani yang menanam Jatropha, Sweet Sorghum, Ketela, Jagung dan lainnya.

"Pemerintah harus menyegerakan melakukan evaluasi segenap aturan hulu-hilir agar keputusan ini bisa memberikan kontribusi terhadap perbaikan perekonomian yang saat ini tengah mengalami penurunan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Kepedulian pada...
Dukung Kepedulian pada Sesama, Kementerian ESDM Hibahkan Aset ke Lembaga Kemanusiaan
Pakai Kursi Roda, PNS...
Pakai Kursi Roda, PNS Kementerian ESDM Priyo Andi Gularso Diperiksa KPK
Penggeledahan Di Kantor...
Penggeledahan Di Kantor ESDM, Arifin Benarkan Terkait Dugaan Korupsi Tukin
KADIN Sambut Baik Pembentukan...
KADIN Sambut Baik Pembentukan Kementerian Investasi
Implementasi Permen...
Implementasi Permen PLTS Atap Ditangguhkan, Pengusaha Buka Suara
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved