Paket stimulus SBY dinilai sangat terlambat

Sabtu, 24 Agustus 2013 - 11:36 WIB
Paket stimulus SBY dinilai...
Paket stimulus SBY dinilai sangat terlambat
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Harry Azhar Azis menyebut empat paket kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlambat dilakukan, padahal seharusnya empat paket stimulus tersebut sudah dilakukan sejak Presiden SBY menjabat pada kedua kalinya di tahun 2009

Bahkan Harry menyebut pasca pengumuman empat paket stimulus kebijakan tersebut rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih merespon secara negatif.

Kemarin, rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) ditutup di level Rp10.848/USD. Sedangkan berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah anjlok ke level Rp11.058/USD dibanding perdagangan Kamis (22/8/2013) di posisi Rp10.875/USD.

Sementara IHSG ditutup kembali terpeleset 1,59 poin atau 0,04 persen ke level 4.169,83. Padahal pagi hari dan sesi siang, IHSG bergerak di zona hijau.

"Oleh karena itu, kita akan lihat respon pasar minggu depan. Harusnya kebijakan model ini sudah harus dilakukan dari tahun pertama Presiden SBY menjabat pada 2009, sekarang sangat terlambat," ujar Harry di Restoran Warung Daun, Jakarta, Sabtu (24/8/2013).

Harry juga menyebut sangat sulit bagi pemerintah untuk mengurangi penerimaan pajak dan menggunakan dana Anggaran pendapatan dan Balanja Negara (APBN) untuk menjadi bagian dari stimulus paket stimulus itu. Pasalnya, APBNP 2013 sudah disepakati dan tidak dapat diganggu gugat.

"Pemerintah nggak bisa menggunakan apapun kecuali hal-hal regulatif untuk mengurangi pajak dan belanja," lanjut Harry.

Oleh karena itu, DPR berencana memanggil seluruh anggota Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) untuk mengadakan rapat mengenai kondisi terkini dan menyusun langkah ke depan.

"Kita (DPR) akan adakan rapat Senin malam dengan FKSSK, tentu untuk mendengar bagaimana kebijakan pemerintah nantinya," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Buah Lontar Memiliki...
Buah Lontar Memiliki Manfaat yang Sangat Baik untuk Menu Diet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved