Pelemahan mulai terbatas, IHSG berpeluang rebound
Senin, 26 Agustus 2013 - 08:00 WIB
Pelemahan mulai terbatas, IHSG berpeluang rebound
A
A
A
Sindonews.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih diwarnai tekanan berita negatif yang beredar. Namun demikian, mulai terbatasnya pelemahan diharapkan memberi peluang bagi IHSG untuk rebound di awal pekan ini.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperkirakan, IHSG pada perdagangan Senin (26/8) akan berada pada support 4.100-4.160 dan resistance 4.221-4.250.
Berpola menyerupai double lower spinning di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak datar pada area oversold.
"Dengan terbatasnya pelemahan dan masih bertahannya IHSG di atas level 4.079, maka diharapkan masih ada peluang bagi IHSG untuk rebound," kata Reza, Senin (26/8/2013).
Menilik perdagangan akhir pekan sebelumnya, IHSG sempat mengalami rebound di sesi awal dan memberikan harapan akan adanya perbaikan laju IHSG di akhir pekan, namun tampaknya kondisi tersebut sirna pada sesi siang.
Pelaku pasar kembali melakukan aksi jual di tengah pergerakan IHSG yang mencoba untuk bertahan di jalur positif. Akibatnya IHSG pun kembali melemah. Pelemahan IHSG pun juga terimbas penurunan bursa saham Asia.
Bahkan adanya rilis kebijakan dari pemerintah untuk menjaga perekonomian nasional dari dampak perubahan kebijakan ekonomi global tidak banyak membantu IHSG untuk bertahan di zona positif.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.239,88 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.151,51 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.169,83.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Meski sempat berada di atas terget resisten kami (4.215-4.225), namun gagal bertahan dan kembali turun meski belum menyentuh target support kami (4.060-4.122)," kata Reza.
Laju bursa saham Asia di akhir pekan variatif dimana bursa saham China dan sekitar mengalami pelemahan meskipun terdapat sentimen positif dari kenaikan aliran dana asing masuk (FDI). Pelemahan dipicu adanya sentimen pengetatan likuiditas pada industri keuangan.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperkirakan, IHSG pada perdagangan Senin (26/8) akan berada pada support 4.100-4.160 dan resistance 4.221-4.250.
Berpola menyerupai double lower spinning di bawah lower bollinger bands (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak datar pada area oversold.
"Dengan terbatasnya pelemahan dan masih bertahannya IHSG di atas level 4.079, maka diharapkan masih ada peluang bagi IHSG untuk rebound," kata Reza, Senin (26/8/2013).
Menilik perdagangan akhir pekan sebelumnya, IHSG sempat mengalami rebound di sesi awal dan memberikan harapan akan adanya perbaikan laju IHSG di akhir pekan, namun tampaknya kondisi tersebut sirna pada sesi siang.
Pelaku pasar kembali melakukan aksi jual di tengah pergerakan IHSG yang mencoba untuk bertahan di jalur positif. Akibatnya IHSG pun kembali melemah. Pelemahan IHSG pun juga terimbas penurunan bursa saham Asia.
Bahkan adanya rilis kebijakan dari pemerintah untuk menjaga perekonomian nasional dari dampak perubahan kebijakan ekonomi global tidak banyak membantu IHSG untuk bertahan di zona positif.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.239,88 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.151,51 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.169,83.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Meski sempat berada di atas terget resisten kami (4.215-4.225), namun gagal bertahan dan kembali turun meski belum menyentuh target support kami (4.060-4.122)," kata Reza.
Laju bursa saham Asia di akhir pekan variatif dimana bursa saham China dan sekitar mengalami pelemahan meskipun terdapat sentimen positif dari kenaikan aliran dana asing masuk (FDI). Pelemahan dipicu adanya sentimen pengetatan likuiditas pada industri keuangan.
(rna)
Lihat Juga :