Kadin: Saatnya cintai produk dalam negeri

Senin, 26 Agustus 2013 - 14:41 WIB
Kadin: Saatnya cintai...
Kadin: Saatnya cintai produk dalam negeri
A A A
Sindonews.com - Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah, menjadi momentum bagi pelaku usaha di DI Yogyakarta (DIY) untuk lebih mencintai produk lokal.

Terpuruknya rupiah ini akan membuat harga bahan baku impor meroket. "Saya rasa ini justru menjadi momentum untuk lebih mencintai produk dalam negeri," jelas Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Gonang Djulistiono, Senin (26/8/2013).

Menurutnya, kondisi tersebut akan menghasilkan dua sisi yang berbeda. Seperti mata uang logam ada pihak yang diuntungkan tetapi ada juga yang dirugikan. Bagi eksportir, tentu akan menjadikan berkah karena akan mendapatkan untung lebih besar.

Namun, lanjut dia, bagi pelaku UKM yang mengandalkan bahan baku impor bisa menjadi malapetaka. "Bagi eksportir harus memanfaatkan untuk menggenjot ekspornya. Tetapi harus ekspor produk jadi bukan barang mentah," jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) DIY, Riyadi Ida Bagus Subali mengatakan, depresiasi rupiah ini akan terkait dengan impor. Banyak perajin yang mengandalkan bahan baku produk dari pasar impor.

Salah satunya, kata Riyadi, industri tekstil, produk teksti, yang bahan bakunya semisal aksesoris, kain, benang maupun kapas didatangkan dari luar negeri.

Atas kondisi ini, perajin harusnya melakukan renegosiasi agar ada peninjauan kembali atas kerja sama yang ada. Hanya saja sampai saat ini belum ada perusahaan yang melakukan renegosiasi. "Memang saat ini belum seekstrim 1998, tetapi kalau terus melemah harus dilakukan renegosiasi," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
39 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved