Pelemahan rupiah mulai guncang industri di Jabar
Senin, 26 Agustus 2013 - 16:28 WIB
Pelemahan rupiah mulai guncang industri di Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mulai mengguncang industri dalam negeri. Pelemahan kurs rupiah yang terjadi saat ini sangat berpotensi mengguncang Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Barat, Yusuf Suhyar mengakui, sejumlah industri di Jawa Barat mulai terkena dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD. Guncangan paling terasa yaitu pada industri yang 60 persen bahan baku produksi (low material) mengandalkan impor.
"Industri yang mengandalkan low material lebih dari 60 persen sudah mulai terkena dampak pelemahan nilai tukar rupiah. Apabila kurs rupiah terus melemah, dampaknya akan sangat membebani pelaku usaha," jelas Yusuf di Bandung, Senin (26/8/2013).
Terpaan terhada industri mulai terasa sejak nilai tukar rupiah tembus di angka Rp10 ribu per USD. Kondisi tersebut terus memburuk setelah nilai tukar kembali tembus Rp10.778 per USD.
Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Barat, Yusuf Suhyar mengakui, sejumlah industri di Jawa Barat mulai terkena dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD. Guncangan paling terasa yaitu pada industri yang 60 persen bahan baku produksi (low material) mengandalkan impor.
"Industri yang mengandalkan low material lebih dari 60 persen sudah mulai terkena dampak pelemahan nilai tukar rupiah. Apabila kurs rupiah terus melemah, dampaknya akan sangat membebani pelaku usaha," jelas Yusuf di Bandung, Senin (26/8/2013).
Terpaan terhada industri mulai terasa sejak nilai tukar rupiah tembus di angka Rp10 ribu per USD. Kondisi tersebut terus memburuk setelah nilai tukar kembali tembus Rp10.778 per USD.
(izz)