Paket stimulus belum fokus pada pemberantasan pungli

Senin, 26 Agustus 2013 - 17:24 WIB
Paket stimulus belum...
Paket stimulus belum fokus pada pemberantasan pungli
A A A
Sindonews.com - Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik, Ombudsman Republik Indonesia menilai bahwa Empat Paket Kebijakan Ekonomi yang dikeluarkan pemerintah baru-baru ini belum mampu menyelesaikan masalah ekonomi Indonesia yang kian memburuk. Pasalnya, paket tersebut belum fokus pada pemberantasan pungutan liar (pungli) dan percepatan pelayanan investasi di indonesia.

Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana mengatakan kebijakan tersebut memerlukan proses jangka menengah dan panjang untuk merealisasikannya. Namun, lanjutnya, jika pemerintah benar-benar mau memperbaiki kelesuan ekonomi, seharusnya pemerintah lebih fokus pada reformasi perizinan investasi yang saat ini masih dikenal lamban, bertele-tele dan penuh pungli.

"Pemerintah harus mampu mengendalikan pungli dalam pelayanan perizinan investasi dalam waktu secepat mungkin sehingga citra Indonesia sebagai negara pro investasi membaik secara cepat," tegas Danang dalam rilis kepada wartawan, Senin (26/08/2013).

Lebih lanjut, Danang menjelaskan, salah satu hambatan terbesar dalam pembangunan ekonomi adalah perilaku pungli di perizinan. Semakin lama pelayanan publik di sektor perizinan rentan terhadap praktik pungli oleh birokrasi.

Salah satu buktinya adalah temuan Ombudsman RI dalam bentuk pungli-pungli masif yand dilakukan sembilan Kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) di Jabodetabek. Hasil investigasi yang dilakukan pada Mei hingga Juni 2013 ini menunjukkan indikasi pungli oleh oknum BPLHD di bawah Pemerintah Daerah terhadap pelaku usaha yang mengurus izin lingkungan sebagai salah satu syarat izin investasi.

"Bila dikalkulasi, jumlah punglinya mencapai miliaran rupiah di satu kantor," tutur Danang.

Ini saja, kata dia, baru pungli kelas investasi menengah dalam bentuk dokumen Upaya Kelola Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Diperkirakan bahwa pungli untuk mendapatkan izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) nilainya bisa ratusan juta.

"Praktik pungli tersebut jelas bertentangan dengan Empat Paket Kebijakan Penyelamatan Ekonomi yang disampaikan pemerintah," tukasnya.

Seperti diketahui, paket keempat menyatakan bahwa harus ada penyederhanaan perizinan dengan mengefektifkan fungsi pelayanan terpadu satu pintu dan menyederhanakan jenis-jenis perizinan yang menyangkut kegiatan investasi. Temuan Ombudsman RI mengenai pungli ini, ujar Danang, menguak salah satu praktik maladministrasi yang dapat menimbulkan kerugian baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, menurut dia, sudah sangat jelas pelaku usaha kesulitan dalam menjalankan aktivitas ekonominya karena sulit memperoleh izin.

"Sedangkan dari sisi lingkungan, kerusakan lingkungan hidup berpotensi terjadi bilamana analisis lingkungan tidak dilakukan dengan baik," tutur Danang.

Oleh karena itu, ucap Danang, dalam hal ini, Presiden bersama jajaran Kabinet harus tegas dan berani melepas ego sektoral sehingga bisa memangkas prosedur sekaligus fokus membersihkan pungli perizinan investasi. Sebab, pungli di sektor ini bukan perkara picisan sebagaimana temuan investigasi Ombudsman RI.

"Hasilnya sudah ada dan akan kami sampaikan modus pungli yang dilakukan dan besaran biaya yang diminta kepada masyarakat pada Rabu (28/8/2013)," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
12 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved