BEI targetkan 9 sekuritas miliki online trading

Senin, 26 Agustus 2013 - 19:37 WIB
BEI targetkan 9 sekuritas...
BEI targetkan 9 sekuritas miliki online trading
A A A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sembilan sekuritas akan memiliki fasilitas online trading hingga akhir tahun. BEI meyakini fasilitas ini cukup menarik karena dapat menjaring nasabah ritel baru dan meningkatkan transaksi sehingga menyebabkan beberapa sekuritas atau anggota bursa (AB) tertarik mengembangkan layanan ini.

Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko BEI Adikin Basirun mencatat, dalam sisa tahun ini ada sembilan sekuritas yang antri mendapatkan izin. Dia mengatakan ke sembilan AB tersebut masih memproses rencana peluncuran online trading dari sisi internal dan teknis.

"Sebagian sudah menyiapkan sistem online trading untuk dapat integrasi dengan remote trading yang ada di kantor masing-masing. Layanan ini kedepan akan semakin dibutuhkan nasabah ritel karena membutuhkan keterbukaan," ujar Adikin saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/8/2013).

Adikin mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkapkan nama-nama AB yang akan meluncurkan layanan online trading tersebut. Sembilan AB itu telah merencanakan layanan online trading sejak tahun lalu.

Dengan rencana tersebut maka tahun ini total AB yang memiliki online trading sudah capai 80 persen. Pengajuan layanan online trading ke BEI hanya melalui surat dan tidak perlu membayar.

Pesatnya perkembangan internet dan pasar modal menyebabkan perusahaan sekuritas kian mengincar nasabah ritel. Meski harus mengeluarkan dana besar, sekuritas tetap menghadirkan layanan online trading guna memperbesar basis nasabah ritel.

BEI mencatat dari 116 AB saat ini setidaknya sudah 70 persen menyediakan fasilitas online trading. Sepanjang Januari-Juli 2013 sudah ada tiga sekuritas yang meluncurkan online trading, yakni Samuel Sekuritas, Woori Korindo Securities Indonesia dan Trust Securities.

Sementara itu, analis media digital Razi Thalib mengingatkan online trading di dalam negeri membutuhkan edukasi pasar yang berkelanjutan. Menurutnya, yang perlu diwaspadai ialah minimnya wawasan masyarakat dalam menggunakan internet.

"Walupun layanan ini sangat efisien namun masyarakat membutuhkan integritas perusahaan penyedia jasa online trading. Hal ini karena berhubungan dengan pengelolaan dana masyarakat," ujar Razi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved