IHSG masih dalam tren melemah
Selasa, 27 Agustus 2013 - 08:32 WIB
IHSG masih dalam tren melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan bergerak melemah setelah gagal bertahan di support uptrendline jangka pendek di 4.150.
Menurut analis teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG hari ini berada dalam kisaran support 4.095-4.070 dan resistance 4.171. Dalam jangka menengah, IHSG masih berada dalam bearish trend.
Demikian diterangkan pihak Mandiri Sekuritas dalam keterangan yang diterima Sindonews, Selasa (27/8/2013).
Indeks saham Amerika Serikat (AS) Dow Jones mengalami pelemahan setelah rilis data ekonomi Paman Sam kembali melambat. Dini hari tadi, Dow Jones ditutup terkoreksi 63,28 poin (0,42 persen) ke posisi 14.927,23.
Sementara bursa regional pagi ini bergerak mixed. Indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan pelemahan 0,59 persen ke level 13.555,76. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan naik 0,13 persen ke posisi 1.890,23.
Di sisi lain, harga minyak di bursa komoditas dunia mengalami penurunan. Pada perdagangan semalam, harga minyak WTI Crude Oil turun 0,47 persen ke angka USD105,92 per barel.
Kondisi ini bertolak belakang dengan harga minyak, harga emas di bursa komoditas New York acuan Comex Gold Bloomberg mengalami kenaikan USD0,25/gram ke level USD45,04/gram pada perdagangan pagi ini.
Dari dalam negeri, investor masih menantikan kebijakan lanjutan dari empat paket kebijakan yang dirilis pemerintah beberapa hari lalu. Karena, kebijakan tersebut dinilai belum cukup untuk menahan laju pelemahan rupiah, dan membuat pergerakan IHSG fluktuatif.
Investor asing juga masih terus menarik dananya dari pasar modal domestik. Namun hal ini belum diimbangi oleh aksi beli investor lokal, yang cenderung wait and see menanti rilis inflasi Agustus yang sedianya akan diumumkan pekan depan.
Menurut analis teknikal Mandiri Sekuritas, IHSG hari ini berada dalam kisaran support 4.095-4.070 dan resistance 4.171. Dalam jangka menengah, IHSG masih berada dalam bearish trend.
Demikian diterangkan pihak Mandiri Sekuritas dalam keterangan yang diterima Sindonews, Selasa (27/8/2013).
Indeks saham Amerika Serikat (AS) Dow Jones mengalami pelemahan setelah rilis data ekonomi Paman Sam kembali melambat. Dini hari tadi, Dow Jones ditutup terkoreksi 63,28 poin (0,42 persen) ke posisi 14.927,23.
Sementara bursa regional pagi ini bergerak mixed. Indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan pelemahan 0,59 persen ke level 13.555,76. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan naik 0,13 persen ke posisi 1.890,23.
Di sisi lain, harga minyak di bursa komoditas dunia mengalami penurunan. Pada perdagangan semalam, harga minyak WTI Crude Oil turun 0,47 persen ke angka USD105,92 per barel.
Kondisi ini bertolak belakang dengan harga minyak, harga emas di bursa komoditas New York acuan Comex Gold Bloomberg mengalami kenaikan USD0,25/gram ke level USD45,04/gram pada perdagangan pagi ini.
Dari dalam negeri, investor masih menantikan kebijakan lanjutan dari empat paket kebijakan yang dirilis pemerintah beberapa hari lalu. Karena, kebijakan tersebut dinilai belum cukup untuk menahan laju pelemahan rupiah, dan membuat pergerakan IHSG fluktuatif.
Investor asing juga masih terus menarik dananya dari pasar modal domestik. Namun hal ini belum diimbangi oleh aksi beli investor lokal, yang cenderung wait and see menanti rilis inflasi Agustus yang sedianya akan diumumkan pekan depan.
(rna)
Lihat Juga :