Laju rupiah diprediksi cenderung negatif
Selasa, 27 Agustus 2013 - 08:36 WIB
Laju rupiah diprediksi cenderung negatif
A
A
A
Sindonews.com - Dolar Amerika Serikat (USD) yang masih tangguh mendominasi sejumlah mata uang asia membuat rupiah masih akan bergerak cenderung negatif di zona merahnya.
Analis Bank Mandiri Reny Eka Putri menerangkan, rupiah hanya akan bergerak mendatar sembari mencerna isi paket stimulus yang baru saja diluncurkan pemerintah pekan lalu yang berbanding imbang dengan isu pangurangan stimulus moneter di Amerika Serikat.
"Hari ini rupiah akan bergerak flat cenderung negatif karena sekarang sudah mendekati September, dimana pemerintah Amerika akan mengumumkan keputusan pengurangan stimulusnya," kata Reny saat dihubungi Sindonews, Selasa (27/8/2013).
Rentang rupiah, menurut dia, tak terlampau berbeda dengan pergerakan awal pekan kemarin, yakni berada pada kisaran Rp10.800-Rp11.200/USD
Pelemahan yang mungkin terjadi pun tampaknya hanya akan terjadi dalam rentang yang tipis. Pasalnya, menurut Reny, Bank Indonesia (BI) akan mengawal pergerakan rupiah sembari menanti isu besar moneter Amerika menghasilkan putusan tetap.
"Jadi pelaku pasar masih menunggu isu besarnya meskipun dari dalam negeri ada sentimen positif paket kebijakan pemerintah dan intervensi dari BI," pungkas dia.
Analis Bank Mandiri Reny Eka Putri menerangkan, rupiah hanya akan bergerak mendatar sembari mencerna isi paket stimulus yang baru saja diluncurkan pemerintah pekan lalu yang berbanding imbang dengan isu pangurangan stimulus moneter di Amerika Serikat.
"Hari ini rupiah akan bergerak flat cenderung negatif karena sekarang sudah mendekati September, dimana pemerintah Amerika akan mengumumkan keputusan pengurangan stimulusnya," kata Reny saat dihubungi Sindonews, Selasa (27/8/2013).
Rentang rupiah, menurut dia, tak terlampau berbeda dengan pergerakan awal pekan kemarin, yakni berada pada kisaran Rp10.800-Rp11.200/USD
Pelemahan yang mungkin terjadi pun tampaknya hanya akan terjadi dalam rentang yang tipis. Pasalnya, menurut Reny, Bank Indonesia (BI) akan mengawal pergerakan rupiah sembari menanti isu besar moneter Amerika menghasilkan putusan tetap.
"Jadi pelaku pasar masih menunggu isu besarnya meskipun dari dalam negeri ada sentimen positif paket kebijakan pemerintah dan intervensi dari BI," pungkas dia.
(rna)