Di Depok, 67 ribu pekerja formal ikut Jamsostek

Selasa, 27 Agustus 2013 - 12:03 WIB
Di Depok, 67 ribu pekerja...
Di Depok, 67 ribu pekerja formal ikut Jamsostek
A A A
Sindonews.com - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menerima Tim Penilai Jamsostek Award Tahun 2013, yang dipimpin oleh Kepala Biro Bansos Provinsi Jawa Barat, Riyadi. Selain Jamostek, turut hadir Disnakertrans, Apindo, dan Serikat Pekerja Provinsi Jawa Barat.

Riyadi menginformasikan bahwa seperti tahun sebelumnya, Jamsostek Award 2013 kembali digelar untuk mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat yang paling aktif mendorong perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pekerja.

Bentuk penilaian tahun ini, kata dia, lebih memperlihatkan upaya inovasi untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.

"Selain menilai, kita juga akan mencari inovasi dari setiap kabupaten/kota yang melaksanakan satu upaya perlindungan kepada tenaga kerja," papar Riyadi di Balaikota Depok, Selasa (27/08/2013).

Riyadi menambahkan, pihaknya juga akan melihat seberapa jauh konsentrasi pemerintah kabupaten/kota pada pengembangan sektor non formal.

Nur Mahmudi mengatakan, untuk tahun ini, yang akan dievaluasi adalah jaminan bagaimana perlindungan ketengakerjaan. Ia berharap Jamsostek dapat menciptakan kombinasi perspektif bisnis dan pemberi servis, karena kepentingan Jamsostek adalah memberikan pelayan terhadap perlindungan pekerja, sehingga dapat menciptakan pekerja dan perusahaan yang termotivasi.

“Semoga Jamsostek juga bisa memahami tentang psikologi para pakerja/perusahaan, sehingga mereka merasa nyaman dan dapat menciptakan suasana kerja yang aman," jelasnya.

Nur Mahmudi mengungkapkan, saat ini ada lebih dari 67 ribu pekerja formal yang tergabung dalam kepesertaan Jamsostek.
Jamsostek, kata dia, juga sudah merengkuh sektor informal, seperti beberapa tukang ojek telah menjadi peserta Jamsostek.

"Saya berharap Jamsostek bisa berkolaborasi dengan RT/RW di Kota Depok, karena kami berencana untuk memberikan Jamkesda kepada RT/RW yang tidak memiliki kartu jaminan kesehatan apapun, agar bisa bersinergi," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pos Indonesia Salurkan...
Pos Indonesia Salurkan Bantuan Uang Sembako Pensiunan PT Pelindo (Persero)
Korupsi PT DI Persero,...
Korupsi PT DI Persero, KPK Dalami RUPS Penentuan Mitra Penjualan
Kenali 11 Jurusan Kuliah...
Kenali 11 Jurusan Kuliah yang Paling Diincar BUMN PT Persero
PT PP (Persero) Tbk...
PT PP (Persero) Tbk Bantu 25.000 Masker Medis untuk Polda Sulut
Berita Terkini
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
11 menit yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
37 menit yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
1 jam yang lalu
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
1 jam yang lalu
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
1 jam yang lalu
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved