Hingga akhir tahun, rupiah diprediksi sulit pulih

Selasa, 27 Agustus 2013 - 16:21 WIB
Hingga akhir tahun,...
Hingga akhir tahun, rupiah diprediksi sulit pulih
A A A
Sindonews.com - Pengamat valuta asing (valas) Rahadyo Anggoro Widagdo berpendapat, nilai tukar rupiah terhadap dolah Amerika Serikat (USD) akan terus tertekan di kisaran Rp11.000/USD hingga akhir tahun 2013.

"Bisa saja pelemahan rupiah di level Rp11.000/USD ini bertahan sampai akhir tahun. Akan sulit kembali normal bila pemerintah tidak memberikan kebijakan yang konkret. Kalau pun akan menguat, paling hanya bisa ke Rp10.500-an," ujar Anggoro saat dihubungi Sindonews, Selasa (27/8/2013).

Pelemahan itu, menurut Anggoro, mengingat persepsi pasar yang masih negatif atas paket stimulus yang dikeluarkan pemerintah guna menanggulangi pelemahan yang terjadi.

"Market melihat paket stimulus itu hanya baru sekedar kebijakan semata. Sementara implementasinya masih dipertanyakan," tandasnya.

Negatifnya persepsi pasar tersebut, lantas diperkuat dengan masih tingginya inflasi serta terbatasnya stok dolar yang beredar di masyarakat.

"Jadi, bisa dibilang market saat ini sedang panik. Mereka bisa beli dolar di harga Rp11.500/USD, padahal BI sudah menetapkan intervensi buy di level Rp10.680/USD. Ini bisa terjadi karena memang stok dolarnya sedang terbatas," pungkasnya.

Seolah belum cukup dengan itu, dia menyebutkan bahwa perhatian market masih terpusat pada isu besar pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE III) yang akan segera dicabut oleh pemerintah Amerika pada September mendatang.

Sebelumnya, Menteri Keuangan M Chatib Basri memproyeksikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhada USD pada kisaran level Rp11.000/USD akan berlanjut hingga awal 2014.

"Tren pelemahan nilai tukar rupiah saat ini masih akan berlanjut hingga awal tahun 2014," ungkap Chatib di Gedung DPR RI, Jakarta.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
1 jam yang lalu
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
2 jam yang lalu
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
3 jam yang lalu
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved