Harga minyak melonjak ke rekor tertinggi dalam 2 tahun

Rabu, 28 Agustus 2013 - 20:05 WIB
Harga minyak melonjak...
Harga minyak melonjak ke rekor tertinggi dalam 2 tahun
A A A
Sindonews.com - Harga minyak dunia hari ini melambung, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah akibat ancaman intervensi Barat terhadap konflik Suriah. Perdagangan di New York mencatat minyak berada di rekor tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, melonjak menjadi USD112,24 per barel, level terbesar terakhir terlihat pada awal Mei 2011. Angka ini menunjukkan keuntungan bersih dari 96 sen menjadi USD109,97 per barel.

Sementara minyak mentah Brent North Sea melonjak ke USD117,34 per barel, titik tertinggi sejak akhir Februari. Brent kemudian diperdagangkan di USD115,31 per barel, naik 95 sen dibandingkan dengan penutupan kemarin.

"Potensi aksi militer (terhadap Suriah yang dituduh menggunakan senjata kimia) dalam hitungan hari atau minggu telah membantu mengangkat harga minyak," kata Michael McCarthy, analis CMC Markets, seperti dilansir dari AFP.

Minyak mentah berjangka telah melompat ke level tertinggi dalam 18 bulan pada perdagangan kemarin, karena ancaman Barat terhadap Suriah memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah.

"Suriah bukan produsen besar minyak, tetapi potensi konflik yang meningkat di Timur Tengah kemungkinan akan terus mendorong harga lebih tinggi. Kecuali kita melihat upaya dari AS untuk meredakan kekhawatiran tentang beberapa bentuk tindakan militer," kata analis kelompok perdagangan Alpari, Craig Erlam.

Para pengamat mengatakan, serangan militer yang menargetkan rezim Presiden Bashar al-Assad bisa lebih meningkatkan ketegangan di Timur Tengah yang sudah didera krisis politik Mesir.

Dalam akun Twitter-nya, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, sebuah resolusi yang disusun Inggris mengutuk serangan senjata kimia Assad akan disajikan dalam pertemuan lima anggota tetap Dewan Keamanan di New York.

Sementara Wakil Presiden AS, Joe Biden menyatakan, bahwa "tidak ada keraguan" rezim Suriah bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia.

Namun, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan setiap intervensi militer oleh Amerika Serikat terhadap sekutu Teheran akan membuat bencana bagi wilayah. Iran sendiri telah membuat pernyataan kuat dalam beberapa hari terakhir terhadap intervensi militer Barat di Suriah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved