IHSG diprediksi berpeluang lanjutkan penguatan
Kamis, 29 Agustus 2013 - 08:02 WIB
IHSG diprediksi berpeluang lanjutkan penguatan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak cenderung menguat berada pada support 3.825-3.910 dan resistance 4.040-4.065.
Berpola menyerupai piercing line di atas lower bollinger bands (LBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal dari area oversold.
"Diharapkan sinyal penguatan ini bukanlah sinyal palsu dan diharapkan tidak digunakan untuk profit taking sesaat agar IHSG dapat mencoba mempertahankan laju rebound-nya," kata Reza, Kamis (29/8/2013).
Menilik perdagangan kemarin, meski asing masih tercatat nett sell, rupiah belum menunjukkan tanda-tanda penguatan, kondisi mayoritas bursa saham global juga masih dalam pelemahanan dengan sentimen terjadinya kemungkinan terburuk invasi AS ke Suriah.
Selain itu, belum ada imbas positif dari dirilisnya kebijakan-kebijakan pemerintah dan BI untuk meredam pelemahan pasar keuangan. Akan tetapi, jelang penutupan IHSG mulai terjadinya dorongan beli sehingga IHSG mampu rebound.
"Paling tidak, IHSG tidak terus menerus longsor ke target support kami," kata Reza.
Di sisi lain, paling tidak IHSG ada perbaikan laju dibandingkan empat hari berturut-turut sebelumnya yang selalu berada di zona merah.
Adanya berita persetujuan OJK terhadap rencana buyback saham dari beberapa emiten cukup direspon positif meski implementasinya belum terlihat.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.033,61 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 3.837,74 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.026,48.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Sempat membuat khawatir akan penurunan lanjutan ketika IHSG kembali menabrak target support kami (3.942-3.958), namun akhirnya dapat melampaui target resisten kami (3.989-3.998)," sambung dia.
Laju bursa saham Asia masih berada di zona merah seiring meningkatnya kekhawatiran akan ketegangan politik di Timur Tengah setelah AS ikut campur dalam politik di Suriah.
Setelah pelaku pasar dibuat khawatir dengan tappering stimulus The Fed, kali ini konflik di Timur Tengah menambah kekhawatiran pelaku pasar. Konflik Suriah juga dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga minyak dan diperkirakan akan berdampak besar ke negara berkembang.
Berpola menyerupai piercing line di atas lower bollinger bands (LBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal dari area oversold.
"Diharapkan sinyal penguatan ini bukanlah sinyal palsu dan diharapkan tidak digunakan untuk profit taking sesaat agar IHSG dapat mencoba mempertahankan laju rebound-nya," kata Reza, Kamis (29/8/2013).
Menilik perdagangan kemarin, meski asing masih tercatat nett sell, rupiah belum menunjukkan tanda-tanda penguatan, kondisi mayoritas bursa saham global juga masih dalam pelemahanan dengan sentimen terjadinya kemungkinan terburuk invasi AS ke Suriah.
Selain itu, belum ada imbas positif dari dirilisnya kebijakan-kebijakan pemerintah dan BI untuk meredam pelemahan pasar keuangan. Akan tetapi, jelang penutupan IHSG mulai terjadinya dorongan beli sehingga IHSG mampu rebound.
"Paling tidak, IHSG tidak terus menerus longsor ke target support kami," kata Reza.
Di sisi lain, paling tidak IHSG ada perbaikan laju dibandingkan empat hari berturut-turut sebelumnya yang selalu berada di zona merah.
Adanya berita persetujuan OJK terhadap rencana buyback saham dari beberapa emiten cukup direspon positif meski implementasinya belum terlihat.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.033,61 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 3.837,74 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.026,48.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Sempat membuat khawatir akan penurunan lanjutan ketika IHSG kembali menabrak target support kami (3.942-3.958), namun akhirnya dapat melampaui target resisten kami (3.989-3.998)," sambung dia.
Laju bursa saham Asia masih berada di zona merah seiring meningkatnya kekhawatiran akan ketegangan politik di Timur Tengah setelah AS ikut campur dalam politik di Suriah.
Setelah pelaku pasar dibuat khawatir dengan tappering stimulus The Fed, kali ini konflik di Timur Tengah menambah kekhawatiran pelaku pasar. Konflik Suriah juga dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga minyak dan diperkirakan akan berdampak besar ke negara berkembang.
(rna)
Lihat Juga :