Pemerintah evaluasi pengurangan bea keluar minerba

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 13:13 WIB
Pemerintah evaluasi...
Pemerintah evaluasi pengurangan bea keluar minerba
A A A
Sindonews.com - Pemerintah akan mengevaluasi pengurangan bea keluar ekspor sebesar 20 persen yang diminta perusahaan mineral dan batu bara (menerba) dalam negeri.

Kepala Sub Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba), Hersonyo Wibowo mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi pengurangan bea keluar 20 persen yang selama ini dibebankan kepada perusahaan mineral dan batubara. Hal itu seiring turunnya harga komoditas mineral.

"Bea keluar masih berlaku nanti kita cek lagi. Saat ini penetapan masih berlaku," kata Hersonyo saat orientasi Wartawan Energi dan Sumber Daya Mineral di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2013).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Mineral Indonesia Agus Suhartono meminta pemerintah mengurangi bea keluar 20 persen yang selama ini dibebankan kepada perusahaan tambang. Sebab, harga komoditas mineral turun. Bea keluar 20 persen membuat bijih mineral Indonesia tidak kompetitif di pasar dunia sehingga perusahaan tambang mineral tidak bisa meningkatkan produksi dan ekspor.

Dia menjelaskan, apabila pemerintah ingin menaikan volume ekspor, maka bea keluar harus dikurangi atau dihapus. Pasalnya, tanpa ada pembebasan kuota ekspor tidak akan menaikkan volume pengiriman ke luar negeri.

"Ini stimulus yang sebenarnya untuk mengurangi defisit trade balance. Tanpa ini tidak akan menaikan volume ekspor," tandas Agus.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Sederet Harta Karun...
Sederet Harta Karun Mineral RI Jadi Rebutan Asing, Nomor 1 Simpan Deposit 1,5 Miliar Ton
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved