Michelin: Pasar ban Eropa tumbuh 4%

Rabu, 04 September 2013 - 12:39 WIB
Michelin: Pasar ban...
Michelin: Pasar ban Eropa tumbuh 4%
A A A
Sindonews.com - Michelin menuturkan, pasar ban di Eropa tumbuh sebesar 4 persen pada Juli. Hal ini menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah pasar menyusut dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Seperti dikutip dari Inautonews, Rabu (4/9/2013), pihaknya mengambil pelajaran dan melihat penjualan mobil baru di Eropa yang menurun pada Agustus. Di mana pasar utama Eropa menurun mulai dari Perancis, Italia, Spanyol, dan Jerman.

Penjualan mobil baru di Jerman turun sekitar 5 persen pada Agustus, penurunan pasar mobil terbesar di Eropa dengan sekitar 7 persen, setelah terjadi sedikit peningkatan pada Juli sebesar 2,1 persen.

Sebagai produsen ban, Michelin juga mengandalkan transaksi dengan produsen sebagai OEM (original equipment manufacturer), tren negatif Agustus bisa berdampak negatif bagi produsen ban.

Namun, keuntungan mereka adalah bahwa penjualan tidak sepenuhnya tergantung pada penjualan mobil baru, tetapi lebih pada kebutuhan pelanggan untuk memiliki ban baru setiap 4-5 tahun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
32 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved